Home » Slide » “Banyak yang Heran Saya Bisa Terpilih Menjadi Anggota DPRD dari PKS”
Foto oleh Irwan Amrizal

“Banyak yang Heran Saya Bisa Terpilih Menjadi Anggota DPRD dari PKS”

Seorang pria Melanesia berperawakan tinggi sedang memasuki hotel di bilangan Mangga Dua, Jakarta, dengan sedikit tergesa-gesa. Yosias Paraibabo (43), nama pria itu, hendak menemui saya dan seorang teman mengenalkan saya padanya yang cukup lama menunggunya di lobi hotel. Yosias menginap beberapa hari di hotel itu untuk satu urusan di Jakarta.

Yosias Paraibabo adalah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, periode 2014-2019. Yosias bertugas di komisi tiga yang membidangi infrastruktur, seperti pembangunan jalan, jembatan, dan gedung-gedung pemerintahan.

Pria kelahiran Sorong itu terpilih menjadi wakil rakyat setelah mencalonkan diri melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Yosias kemudian diangkat menjadi Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kabupaten Tambrauw periode 2016-2017.

Yang menarik, Yosias sendiri beragama Kristen. Lebih dari itu, Yosias adalah aktivis gereja. Sejak 2009 ia menjadi anggota majelis Gereja Kristen Indonesia (GKI) di gereja dekat lingkungan rumahnya di Tambrauw. Belakangan, agar fokus saat pencalonan menjadi anggota DPRD, Yosias memutuskan untuk mengundurkan diri.

“Saya sudah mundur sebagai anggota majelis gereja. Tapi saya tetap aktif sebagai jemaat gereja,” kata Yosias pada awal Maret lalu.

Yosias sebenarnya bukan yang pertama dan satu-satunya orang Kristen yang terpilih menjadi wakil rakyat di Papua melalui PKS. Menurut Ketua DPW PKS Provinsi Papua Ichwanul Muslimin ada sejumlah nama anggota dewan beragama Kristen yang terpilih pada pemilihan legislatif 2009 melalui PKS di Kabupaten Lany Jaya, Yalimo, Nduga, Intan Jaya Paniai, dan Jayawijaya.

Sayangnya, meski dikabarkan banyak anggota DPRD beragama Kristen yang terpilih melalui PKS, namun tampaknya belum banyak ulasan jurnalistik tentang mereka. Karena itu, ketika teman tadi menawarkan saya untuk bertemu dan ngobrol-ngobrol dengan Yosias dengan senang hati saya sambut tawaran itu.

Berikut percakapan saya dengan Yosias di sela-sela kedatangannya di Jakarta untuk mengikuti bimbingan teknis (bimtek) penyusunan anggaran yang diselenggarakan Kementerian Keuangan.

Anda diusung PKS menjadi anggota DPRD Tambrauw untuk periode saat ini dan anda terpilih. Sementara anda seorang Kristen. Bagaimana ceritanya?

Sebelumnya saya adalah pengurus Partai Golkar (di Tambrauw). Saya cukup lama aktif sebagai pengurus Partai Golkar. Ketika ada pendaftaran calon anggota legislatif dari Partai Golkar untuk di Tambrauw, tidak ada yang memberitahu saya. Ketika sudah banyak yang mendaftar dan pendaftaran sudah ditutup, saya baru mendapat informasi soal itu. Banyak orang Papua yang berambisi menjadi anggota DPRD melalui Partai Golkar karena Partai Golkar adalah partai terbesar di Papua.

Dalam kondisi seperti itu, ada orang Jawa dan orang Papua yang menjadi pengurus PKS di Kabupaten Sorong didatangkan ke Tambrauw. Mereka bersama pengurus PKS Tambrauw ditugaskan untuk mencari orang yang mau dicalonkan menjadi anggota dewan di Tambrauw di pemilihan legislatif 2014.

(Kabupaten Tambrauw baru pada 25 Januari 2009 berdasarkan Keputusan Mahkamah Konstitusi RI Nomor 127/PUU-VII/2009. Kabupaten Tambrauw adalah kabupaten pemekaran dari dua kabupaten yang sudah ada, yaitu Kabupaten Sorong dan Kabupaten Manokwari. Karena itu, sebagian wilayah Kabupaten Tambrauw adalah bekas wilayah Kabupaten Sorong dan Kabupaten Manokwari)

Mereka minta anda mencalonkan diri melalui PKS?

Awalnya mereka hanya mencari orang yang mau dicalonkan saja. Mereka lalu mendapat informasi tentang saya. Kami bertemu dan mereka meminta saya untuk dicalonkan. Saya setuju dan setelah itu saya mengundurkan diri sebagai Pengurus Partai Golkar.

Apa yang terlintas di pikiran anda waktu mengiyakan permintaan pengurus PKS Kabupaten Sorong itu untuk menjadi anggota dewan di Tambrauw?

Saya tidak berpikir macam-macam. Yang penting saya bisa mencalonkan diri menjadi anggota dewan melalui partai. Sebab partai itu sebenarnya hanya sarana saja. Soal hubungan antara Muslim dan non-Muslim di Papua tidak ada masalah.

Tadi anda katakan bahwa Papua itu adalah basisnya Partai Golkar. Anda tidak khawatirkan kalah jika mencalonkan diri dari PKS?

Saya yakin menang karena basis massa saya solid. Memang basis massa saya itu semuanya adalah Kristen, tapi saya yakin mereka akan tetap memilih saya karena yang mereka lihat adalah saya.

Bagaimana anda meyakinkan massa pendukung anda yang mayoritas Kristen, sementara anda mencalonkan diri dari PKS yang asas partainya adalah Islam?

Saya katakan kepada massa saya bahwa partai hanyalah sarana untuk mencapai tujuan saya. Soal PKS yang asasnya Islam itu tidak masalah karena toh saya tetap Kristen.

Jadi, massa pendukung anda tidak mempersoalkan anda mencalonkan diri melalui PKS….

Iya, tidak menjadi persoalan. Yang penting buat mereka saya bisa terpilih menjadi anggota dewan.

Tadi anda katakan bahwa partai hanya sarana untuk mencapai tujuan. Memang apa tujuan anda mencalonkan diri menjadi anggota dewan?

Saya ingin memajukan Tambrauw. Kabupaten Tambrauw ini kabupaten baru. Saya ingin pemerintahan di Tambrauw bisa berjalan dan Tambrauw bisa maju walaupun kabupaten baru.

Berapa kursi yang didapat PKS di Kabupaten Tambrauw pada pemilihan legislatif 2014?

Hanya satu kursi.

Itu artinya hanya anda sendiri saja?

Iya, saya sendiri.

Total ada berapa kursi di DPRD Kabupaten Tambrauw? Bisa anda sebutkan partai mana saja yang mendapat kursi?

Total 20 kursi. Golkar 8 Kursi. PDIP, NasDem, dan Gerindra 2 kursi. Demokrat, PKS, PKB, dan PAN masing-masing 1 kursi. PPP tidak dapat kursi.

Dengar kabar, anda bahkan diangkat menjadi Ketua DPD PKS Tambrauw…

Iya, setelah saya terpilih menjadi anggota dewan, saya ditunjuk dan diangkat menjadi ketua DPD.

Fungsionaris PKS yang Kristen anda saja atau fungsionaris yang lain juga Kristen?

Pengurus DPD PKS Tambrauw itu ada sekitar 9 orang. Umumnya pengurus itu Kristen, kecuali seketaris. (Surat Keputusan Dewan Pengurus Wilayah Papua Barat nomor 15/D/SKEP/BH-PKS/1437)

Apakah baru pada era kepengurusan anda DPD PKS Tambrauw mayoritas pengurusnya beragama Kristen?

Pengurus DPD PKS sebelumnya juga hampir semua beragama Kristen. Cuma seketarisnya saja yang Jawa dan Muslim.

Berapa jumlah populasi Muslim di Tambrauw?

Jumlah Muslim sekitar 20 sampai 25 persen. Mayoritas penduduk di Tambrauw beragama Kristen dan Katolik.

Asas PKS adalah Islam. Sementara anda sendiri beragama Kristen. Bagaimana anda menjembatani dua perbedaan ini?

Partai itu bukan satu ukuran untuk kita. Artinya, partai politik hanya jembatan untuk kita maju sebagai anggota dewan. Selain itu, hubungan kita dengan masyarakat yang Muslim baik dan tidak ada masalah. Makanya, saya diajak untuk maju sebagai calon anggota DPRD, ya sudah saya terima.

Tapi bagaimana dengan rapat di internal partai yang biasa diawali dengan sejumlah ritual khas Muslim, seperti pembacaan al-Quran dan seterusnya?

Saya pernah ikut kegiatan PKS di provinsi. Waktu itu banyak yang heran saya bisa terpilih menjadi anggota DPRD dari PKS. Mereka bertanya mengapa saya maju menjadi anggota DPRD dari PKS sedangkan saya bukan Muslim. Saya bilang, ketika saya ditawari menjadi anggota DPRD saat itu tidak ada pembicaraan bicara Muslim atau bukan Muslim. Dan bagi saya partai politik hanya sarana saja untuk mencapai kepentingan kita.

Saya bilang juga anggota DPRD terpilih dari PKB dan PAN juga Kristen. PPP tidak dapat kursi karena yang dicalonkan orang Jawa.

Itu kegiatan apa?

Itu muswil (musyawarah wilayah) PKS Papua Barat. Yang hadir dalam kegiatan itu pengurus DPW (Dewan Pengurus Wilayah) PKS dan perwakilan dari DPD. Hampir semua peserta kegiatan itu orang Jawa (Muslim). Makanya mereka heran saya bisa terpilih menjadi anggota DPRD dan diangkat menjadi pengurus partai.

Jadi, hanya DPD PKS Tambrauw saja yang mayoritas pengurusnya beragama Kristen…

Di Tambrauw orang Jawa sangat sedikit. Di Kabupaten Sorong, Kota, Kabupaten Manokwari banyak orang Jawa. Makanya pengurus DPW PKS dan di kabupaten/kota itu semuanya Muslim.

Tapi di Kota dan Kabupaten Sorong PKS tidak mendapat kursi di DPRD. Sedangkan saya terpilih di Tambauw yang sangat sedikit orang Muslim. Seperti yang saya bilang sebelumnya, massa yang memilih saya itu bukan orang Jawa, tapi keluarga dan kerabat saya sendiri.

Ketika di acara-acara partai di tingkat wilayah dimulai dengan pembacaan al-Quran dan ritual khas Muslim lainnya, anda bagaimana?

Ya saya hanya menyesuaikan saja. Artinya, bila ada yang mengucapkan salam dan pembacaan al-Quran saya ikuti saja. (tertawa)..

Anda sudah membuka jalan bagi PKS di Tambrauw. Adakah tugas lain yang diberikan pengurus wilayah PKS kepada anda?

Pengurus wilayah minta saya agar pada pemilihan legislatif 2019 kursi PKS bertambah. Saya janjikan ada dua tambahan kursi lagi di Tambrauw.

Apa janji anda itu realistis?

Realistis asal yang dicalonkan orang yang punya pengaruh di Tambrauw. Makanya kita mulai menjaring orang-orang untuk dicalonkan.

Itu artinya orang yang punya pengaruh di sana pasti orang yang beragama Kristen….

Tidak juga. Di Papua yang membuat orang berpengaruh itu bukan karena agamanya, tapi karena sukunya dan apa yang sudah dilakukan bagi warganya. Toleransi beragama di Papua itu luar biasa. Jadi, soal agama tidak ada masalah di Papua.

Apa ambisi anda selanjutnya?

Saya ingin terpilih lagi menjadi anggota DPRD Tambrauw pada 2019. Kalau terpilih, pada pemilihan selanjutnya saya ingin mencalonkan diri di DPRD Papua Barat melalui PKS. []

Komentar