Home » Review » Isu Media » Republika dan Ahmadiyah di Bangka

Republika Online tampaknya bernafsu sekali menyudutkan Ahmadiyah.

Pada 7 Maret, 2011, media berpengaruh tersebut menyajikan berita berjudul: “Giliran Bangka Larang Aktivitas Ahmadiyah.”

Republika dan Ahmadiyah di Bangka

Masalahnya, judul tersebut berlebihan. Isi berita tersebut hanya mengabarkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung akan mengawasi Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI), namun tidak akan mengusir atau membubarkan organisasi mereka sebelum ada instruksi dari pemerintah pusat.

Dalam tulisan itu sendiri termuat pernyataan Bupati Bangka, Yusroni Yazid: “Kami akan mengawasi secara ketat kelompok JAI, baik yang ada di perkotaan maupun di pedesaan agar tidak menyebarkan keyakinannya yang bisa menyulut kerawanan sosial.”

Tentu saja kata ‘Larang Aktivitas’ sebagaimana dimuat di judul tersebut membawa kesan berbeda dengan isi berita yang menunjukkan bahwa Pemkab Bangka hanya akan ‘mengawasi kelompok Ahmadiyah agar tidak menyebarkan keyakinannya.’

Bahkan, dalam tulisan itu dimuat pula pernyataan Yusroni bahwa ia tidak akan mengusir JAI untuk pergi dari wilayah Kabupaten Bangka karena JAI dianggap warga negara Indonesia yang sah. “Saya tidak akan mengusir JAI untuk pergi dari sini karena secara administrasi kependudukan, JAI resmi warga negara Indonesia yang mempunyai hak tinggal di Bangka seperti masyarakat lainnya,” jelasnya. ***

Sumber Foto:  leadership-park.com

Komentar