Home » Review » Buku » Tiga Menguak Gerakan

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No.2, Tahun 1, Februari 2008)

Tiga buku menguak pemikiran dan kiprah gerakan Islam. Kritis, informatif, kadang mengejutkan.

Semakin penting bagi kita, memahami ragam dan dinamika gerakan Islam modern yang menguat di abad ke-20. Berbagai gagasan dan peristiwa sejarah menjadi batu-batu bata dan semen pembangun sebuah kebangkitan yang menggebrak. Media arusutama di Barat sering memotret kebangkitan ini dengan cemas dan penuh bias. Sebaliknya, banyak media alternatif di dunia Islam yang menampik arusutama dengan bias yang reaksioner terhadap Barat. Tiga buku berikut, menelaah lebih dalam dan dari dalam soal gerakan Islam mutakhir.

Tiga Menguak Gerakan

JEJAK KAFILAH
Pengaruh Radikalisme Timur Tengah
Di Indonesia
Oleh: Greg Fealy dan Anthony Bubalo
Penerbit: Mizan, Desember 2007
Tebal: 202 halaman

Dua peneliti Australia ini memberikan gambaran yang cukup imbang tentang gejala radikalisme gerakan Islam di Indonesia, yang dipengaruhi pergolakan pemikiran Islam politik di Timur Tengah pada abad ke-20. Bukan hanya imbang, penelitian yang ditulis secara populer ini juga cukup mutakhir. Buku ini, misalnya, mencatat dinamika gerakan Islam yang marak di sekolah dan kampus ”sekuler” di kota-kota besar Indonesia, yang biasa kita kenal dengan gerakan tarbiyah. Gerakan yang kemudian menjadi fondasi kelahiran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak dipandang dengan penuh prasangka, hanya digambarkan cukup apa adanya. Bahkan, PKS pun dipuji sebagai partai kader sejati, punya peluang konstruktif dalam politik Indonesia, walau dipandang memiliki segi tak konstruktifnya juga.

KUDETA MEKKAH
Sejarah yang Tak Terkuak
Oleh: Yaroslaf Trofimov
Penerbit: Alvabet, Desember 2007
Tebal: 202 halaman

Setelah 30 tahun, barulah “sejarah yang tak terkuak” ini terkuak. Paling tidak, Trofimov memberi sebuah sajian jurnalisme investigatif yang memberi sudut pandang baru tentang penyanderaan jemaah haji di Masjid al-Haram pada 1979. Saat itu, sekelompok orang bersenjata pimpinan Juhaiman al-Utaibi, menguasai masjid suci itu. Seolah di film Hollywood, tentara Arab Saudi tak sanggup mengatasinya, dan tentara Amerika dan Eropa pun datang membantu. Mengapa terjadi pendudukan itu? Yang terungkap saat itu, al-Utaibi dan anak buahnya memprotes maraknya korupsi di pemerintahan Arab. Trofimov menelusuri detail peristiwa yang tak banyak diketahui khalayak, termasuk memburu sumber-sumber penting seperti para pelaku dan kepala misi pasukan Prancis yang bertugas saat itu; juga tentara Saudi saat itu, dan sekian banyak bahan pustaka yang terbenam dalam tumpukan data sejarah. Dari telusur ini, Trofimov antara lain memberi simpulan provokatif: peristiwa inilah yang justru akar sejarah gerakan terorisme global, terutama yang dimotori al-Qaeda!

WAHHABISME
Sebuah Tinjauan Kritis
Oleh: Hamid Algar
Penerbit: Paramadina, 2008
Tebal: 160 halaman

Hamid Algar dan Wahhabisme adalah dua pengibar revolusi yang saling menampik. Hamid Algar sempat cukup dikenal di kalangan terpelajar Islam pada 1980-an, dengan risalah-risalah pamfletisnya seputar revolusi Islam dan negara Islam. Terlahir di London, akademisi yang seakan mengidealkan model cendekiawan aktivis ala Ali Shariati ini kini mengarahkan sorotan tajamnya kepada Wahhabisme. Banyak pengamat yang melihat bahwa Wahhabisme adalah sebuah ideologi yang bertanggungjawab terhadap banyak praktik kekerasan oleh umat Islam. Sebagai seorang aktivis, Hamid Algar cenderung pada kajian yang tak terlalu teoritis. Ia lebih banyak mengulik data-data seputar kiprah Wahhabisme, bagaimana ideologi ini diekspor melalui berbagai bentuk lembaga bantuan yang didonori Arab Saudi. Ulasan Hamid Algar ini bermanfaat untuk membantu kita mendapatkan insight (pandangan dari dalam) tentang salah satu ideologi Islam politik yang penting ini.

Komentar