Home » Review » Berita » Siapa Pria yang Mencoba Membakar Diri di Dekat Ka’bah?

Siapa Pria yang Mencoba Membakar Diri di Dekat Ka’bah?

Rabu pagi lalu (8/2) ada satu postingan yang melintas di linimasa akun Facebook saya. Postingan itu menarik perhatian saya karena postingan itu potensial memunculkan kebencian kepada kelompok Muslim tertentu.

Postingan itu diposting ulang seorang teman, tepatnya senior, yang berteman dengan saya. Dalam postingan itu ada video yang menampilkan keriuhan di dekat Ka’bah, Masjid Haram, Mekkah. Rupanya ada seseorang yang diamankan kepolisian setempat.

Yang menarik perhatian saya adalah keterangan yang ditulis dalam postingan itu.

Keterangan itu berbunyi, “Kabar terbaru hari ini dari saudara yg di saudi, ada usaha pembakaran Ka’bah oleh seorang syiah Iran menggunakan bensin setelah shalat subuh. Alhamdulillah ketangkep.Ya Allah lindungilah saudara se-islam di makkah.. Ketik aamiin n share agar banyak yg mendoakan!”

Dua kata dalam keterangan itu sengaja saya bold.

Saya penasaran dengan keterangan itu. Pada titik ini, saya belum bisa memutuskan apakah keterangan itu valid atau kabar bohong. Untuk memastikan kebenarannya, saya perlu menelusuri berita tentang peristiwa itu.

Ternyata informasi yang benar adalah ada percobaan bunuh diri yang dilakukan seseorang dengan cara membakar dirinya sendiri di dekat Ka’bah. Peristiwa itu dikabarkan terjadi pada Senin (6/2) malam waktu Mekkah.

Seorang pria yang dikabarkan berusia 40 tahun itu diketahui menyirami pakaian dan tubuhnya dengan bensin. Ketika pria itu ingin memantik api untuk membakar dirinya sendiri, upayanya itu dihentikan jamaah yang ada di sekitar. Melihat keriuhan itu, petugas yang berjaga-jaga di sekitar Ka’bah mendekat dan kemudian meringkus pria tersebut di antara jamaah yang sedang memadati area sekitar Ka’bah.

Juru bicara kepolisian Masjidil Haram, Sameh Al-Salami menyatakan pria itu kemungkinan mengalami ganguan jiwa. Meski sudah memastikan bahwa pria itu adalah warga Saudi, tapi pihak kepolisian tidak mengungkapkan identitas pria itu lebih jauh, seperti ideologi keislamannya.

Dari keterangan saksi mata, sebelum melakukan upaya bakar diri, pria itu sempat memekikkan jargon khas kalangan takfiri, kalangan Muslim ekstrem.

Pihak kepolisian setempat menampik informasi bahwa pria itu ingin membakar kiswah, kain hitam yang menutupi Ka’bah. Namun tidak ada keterangan dari kepolisian yang menampik informasi dari saksi mata tersebut.

Sampai sini tampak jelas bahwa keterangan dalam postingan itu hendak menumbuhkan sikap kebencian terhadap Muslim Syiah. Kelompok minoritas Muslim yang belakang ini kerap menjadi korban ujaran kebencian dan hasutan permusuhan di Indonesia.

Provokasi anti Syiah itu diposting akun atas nama Fatimah Az Zahra kemarin (7/2). Bila dicermati, keterangan tertulis tentang profil pemilik akun ini sangat meragukan. Kesan saya akun ini adalah akun abal-abal. Indikasinya, foto profil yang dipasang adalah foto perempuan cantik berkerudung, layaknya akun abal-abal pada umumnya.

Yang membuat saya miris, postingan itu sudah dibagikan hampir 58 ribu kali. Bayangkan, postingan penuh kebohongan dan dengan niatan jahat itu telah berhasil memikat begitu banyak pemilik akun untuk mempercayai postingan itu dan menyebarkannya secara luas.

Dan bisa ditebak bagaimana reaksi yang dihasilkan postingan itu. Komentar yang masuk berisi caci-maki dan ujaran kebencian terhadap komunitas Muslim Syiah.

Begini sebagian komentar yang masuk:

“Pedang tajam telah menanti utk syi’ah la’natullah ini.”

“Syiah dajjal.”

“Syiah komunis dan yahudi sekarang lg2 gencar2nya menyerang dan memfitnah umat islam. Mereka ingin umat islam sunah terpecah belah…”

Memang ada beberapa akun yang mencoba memberikan klarifikasi tentang peristiwa itu yang sebenarnya. Tautan berita dari sumber media yang kredibel juga sudah disajikan.

Tapi segenap informasi itu seolah tidak bergema. Dan yang menyebalkan, tidak ada niatan dari pemilik akun itu untuk meralat postingannya itu.

Sayangnya, senior yang memposting ulang postingan itu tidak bereaksi seharusnya. Dia tidak secara tegas menyatakan bahwa ada kebohongan dan niatan jahat dalam postingan itu.

Dengan latar belakang gelar akademiknya sebagai seorang doktor lulusan kampus tekemuka di Barat dan dosen di perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia serta citranya sebagai tokoh Islam moderat, saya berharap dia mengutuk postingan tersebut. Entah kenapa dia tidak melakukan hal yang sudah seharusnya itu.

Kasus ini menunjukkan bahwa sentimen anti Syiah masih mudah ditemukan di sosial media dan terus dihembuskan. Tujuannya tidak lain ingin menciptakan ketegangan dan membenturkan dua kelompok dalam Islam itu, seperti yang terjadi di Suriah dan Irak.

Upaya provokasi seperti ini tidak bisa dibiarkan bergerak bebas disampaikan di sosial media maupun di mimbar kegiatan keagamaan. Sebelum menjadi bom waktu yang bisa meledak sewaktu-waktu, ujaran kebencian anti Syiah, termasuk anti kelompok minoritas lainnya, harus sudah diredam.

Kelompok terpelajar yang menginginkan perdamaian dari dua kelompok itu harus terus mengedukasi umatnya masing-masing bahwa hidup berdampingan dengan damai itu lebih dianjurkan dalam ajaran Islam daripada hidup dalam suasana permusuhan. Yang juga tidak kalah penting, upaya provokasi itu harus dihadapi bersama-sama dengan melaporkannya kepada pihak berwajib agar memberikan efek jera kepada yang ingin menyulut masyarakat.

Semoga Allah melindungi kita dari upaya provokasi dan hasutan permusuhan. []

Komentar