Home » Review » Berita » Mengapa Fahira Hanya Menuntut Zaskia Gotik, tapi Tidak Felix Siauw dan Rizieq Shihab?
Foto: Hidayatullah.com

Mengapa Fahira Hanya Menuntut Zaskia Gotik, tapi Tidak Felix Siauw dan Rizieq Shihab?

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Fahira Idris melaporkan pedangdut Zaskia Gotik ke kepolisian. Alasannya, Zaskia dianggap telah melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap lambang negara di program Dahsyat yang disiarkan RCTI pada Selasa (15/3/2016).

Dalam salah satu segmen program Dahsyat, Denny Cagur bertanya kepada Zaskia, Ayu Tingting, dan Julia Perez (Jupe) yang menjadi pengisi acara tersebut: “Tanggal berapa Hari Kemerdekaan Indonesia? Dengan nada bercanda Zaskia menjawab, tanggal 32 Agustus.

Pertanyaan berikutnya, apa lambang dari Sila Kelima Pancasila? Ayu dan Jupe menjawab padi dan kapas, sementara Zaskia menjawab dengan berkelakar: “bebek nungging”. Kedua jawaban itulah yang dianggap Fahira sebagai tindakan penghinaan terhadap lambang negara.

Dalam akun Twitter miliknya, pada Kamis (17/3/2016), Fahira menulis: “Soal @Zaskia_Gotix ini sangat merisaukan dan harus diproses secara hukum karena telah melakukan pelecehan terhadap lambang negara #ZaskiaParah.”

Pada hari yang sama saat dia men-tweet tentang Zaskia itu, Fahira melaporkan Zaskia ke kepolisian.

Bukan hanya Fahira yang memperkarakan Zaskia. Sebelumnya, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Pengawas Korupsi (LSM KPK) telah lebih dulu melakukannya. Muhammad Firdaus, Ketua Umum LSM KPK melaporkan Zaskia dengan sangkaan pelanggaran terhadap pasal 57 UU No. 24 tahun 2009 tentang penghinaan dan atau pelecehan lambang negara.

Menyadari gurauannya dianggap melecehkan lambang negara, Zaskia meminta maaf kepada masyarakat Indonesia. Dia sangat menyesal dan menyampaikan bahwa dia khilaf karena terbawa suasana penuh canda.

“Neng tidak ada niat sama sekali untuk menghina. Saya manusia biasa yang tidak luput dari salah dan khilaf. Saya minta maaf dari lubuk hati yang paling dalam untuk masyarakat dan negara,” ucapnya (Detik 16/3/16).

Permintaan maaf tersebut telah cukup bagi LSM KPK untuk menarik laporannya ke polisi. Tapi tidak bagi Fahira. Dia tetap mendorong kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. Fahira ingin Zaskia dihukum agar jera.

Menurut Fahira, sekadar minta maaf saja tidak cukup karena apa yang dilakukan Zaskia merupakan pelanggaran serius. “Tidak bisa hanya selesai dengan permintaan maaf saja. Apa gunanya ada undang-undang bila semua selesai dengan mudah tanpa ada sanksi atau efek jera. Ini bukan negeri permintaan maaf. Ini negeri hukum,” ujarnya.

Bagi beberapa kalangan apa yang dilakukan Fahira dianggap heroik. Mereka menganggap Fahira sedang sungguh-sungguh menunjukkan nasionalismenya. Sedang bersungguh-sungguh menegakkan konstitusi.

Ini terlihat dari dukungan sejumlah netizen yang ada di timeline (TL) akun Twitter Fahira. Dukungan itu di antaranya ditulis oleh Farhan Fakhruddin dengan nama akun @farhan86hans. Farhan menulis “@fahiraidris @dahSyatMusik siap ibu… Lanjutkan perjuangannya.. Harga diri NKRI harga mati”.

Dukungan lainnya dari Ali Hasan Al Habsyi dengan akun Twitter @ali_hasan110. Ali Hasan menulis,  “@fahiraidris Mbak, kita harus perjuangkan Pancasila, UUD 45 dan Bhinneka Tunggal Ika. Jangan sampai ada yang mengubahnya dan JIL harus ikut Penataran P4”.

Juga dari Muhammad Rio Ilham dengan akun ‏@rioilham58. Ilham men-tweet: “@fahiraidris langkah ibu benar bu, tindakan Zaskia Gotik sangat mencoreng ideologi bangsa dan unsur fundamental dr #Pancasila #ZaskiaParah”.

Yang lainnya dari Wahyu Susanto dengan akun Twitter @wahhyususanto77. Wahyu menulis: “Kalau pelecehan negara dibiarkan hilang dengan kata maaf, besok-besok jadi biasa. Rasa penghargaan jadi berkurang. Maju terus @fahiraidris”.

Kini, Fahira telah berhasil memperkarakan Zaskia. Terbukti saat ini polisi telah memeriksa Zaskia dan beberapa artis lain yang mengisi acara Dahsyat. Polisi menjerat Zaskia dengan tiga undang-undang. Yakni, UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang bendera, bahasa dan lambang negara, KUHP, dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Menanggapi langkah Fahira, aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) Akhmad Sahal mendukung langkah itu. Tapi Sahal meminta Fahira tidak berhenti di kasus Zaskia, karena ada beberapa pihak lain yang melakukan hal yang sama. Contohnya, menurut Sahal, adalah Felix Siauw dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang menyebut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai thaguth.

Bahkan, menurut Sahal, apa yang dikatakan Felix dan HTI sudah mengarah kepada pengkhianatan pada Pancasila. “Saya dukung Uni @fahiraidris bela Pancasila. Jangan hanya tuntut Zaskia. Tuntut juga perongrong Pancasila kek @felixsiauw dan @hizbuttahrirID,” kicau Sahal di akun Twitter miliknya.

Sahal melanjutkan tweet-nya: “Kampanye khilafah, nyebut NKRI Thoghut itu bukan hanya merongrong tapi mengkhianati Pancasila. Gimana Fahira Idris?” tanya Sahal

HTI dan Felix selama ini memang sering mengkampanyekan perlunya Indonesia mengganti bentuk negara demokrasi menjadi kekhalifahan. Menurut HTI, demokrasi adalah sistem kufur. Sistem yang bukan berasal dari Allah. Demokrasi adalah sistem bernegara yang dibuat oleh negara-negara Barat yang sekuler. Itu artinya berasal dari thaghut (selain Allah).

Kenapa demokrasi kufur? Salah satu alasannya karena demokrasi memungkinkan orang-orang beriman (Muslim) dipimpin oleh orang kafir. Padahal, menurut HTI, Al-Quran jelas melarang umat Muslim dipimpin orang bukan Islam.

Secara khusus HTI menerbitkan buku berjudul Demokrasi Sistem Kufur: Haram Mengambil, Menerapkan atau Mempropagandakan yang diterjemahkan dari buku berjudul Ad-Dîmuqrâthiyah Nizhâm Kufr, Yahrumu Akhdzuha aw Tathbîquha aw ad-Da’wah ilayha.

Dalam berbagai kesempatan ustad-ustad HTI sering juga mendegradasikan nilai-nilai demokrasi. Seperti yang dilakukan oleh Felix melalui tweet di akun miliknya. Felix mengatakan bahwa membela nasionalisme tidak ada dalam Islam.

“Membela nasionalisme enggak ada dalil dan panduannya. Membela Islam jelas pahalanya, jelas contoh tauladannya,” kicau Felix.

Kembali ke sikap Fahira. Senada dengan Sahal, Direktur Eksekutif Wahid Institute Ahmad Suaedy menyuarakan hal yang sama. Kalau memang yang dilakukan Fahira benar-benar demi melindungi konstitusi dan menjaga kehormatan Pancasila mestinya Rizieq Shihab juga dilaporkan.

Dalam satu ceramah Rizieq Shihab pernah menyebut bahwa Pancasila sekarang ini, yang merupakan rumusan Soekarno adalah Pancasila yang sila ketuhanannya ditaruh di pantat. Sementara Pancasila yang sila ketuhanannya ditaruh di kepala adalah Piagam Jakarta.

“Prinsipnya Fahira punya hak mengadukan Zaskia. Tapi yang berbuat seperti itu bukan hanya Zaskia, Rizieq pernah menghina Pancasila. Kalau memang Fahira melakukan itu demi menjaga kehormatan Pancasila harusnya Rizieq juga dilaporkan,” kata Suaedy kepada Madina Online melalui telepon (27/3/2016).

Suaedy melanjutkan: “Tapi karena Fahira hanya menunjuk salah satu dari beberapa orang yang melakukan penghinaan, saya melihat motivasinya hanya sentimen primordial saja. Dia memperkarakan orang yang tidak sepaham dengan dia, tapi membiarkan orang yang sepaham dengan dia. Sebagai pejabat megara semestinya jangan begitu,” ucapnya.

Suaedy mengaku sudah cukup lama memperhatikan rekam jejak pikiran-pikiran Fahira. Karena itu dia tidak kaget Fahira punya sikap seperti itu. “Dari dulu dia orangnya primordialistik. Pikiran-pikirannya sempit. Kelihatan dia orang yang tidak banyak baca buku atau malas baca buku,” ujar Suaedy.

Terkait Felix dan Rizieq di TL akun Twitter Fahira, banyak juga netizen yang mempersoalkan sikap Fahira. Misalnya, dari Sahala Simanjuntak ‏dengan akun @SahalaSmjtk. “@fahiraidris @jokowi @Pak_JK @zaenudi99 lah yang gotik si uni heboh banget, yang ada video2 FPI dan Felix Siauw kok diem sih,” kicaunya.

Atau dari Poetri Aghati *9 (@zaenudi99). “@fahiraidris gimana bu dengan orang2 yang menganggap Pancasila toghut dan ceramah terang2an.. Ibu kok diem aja.. Apa gakk tau videonya atau gimana?”

Yang memprihatinkan, respons Fahira bukannya menindaklanjuti desakan itu malah lepas tangan dengan mengatakan lebih tepat kalau mereka menyampaikannya ke Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

“Pertanyaan ini bagusnya dan paling cocok bila anda tujukan ke pak @jokowi dan @Pak_JK, bukan pada saya,” tulis Fahira di akun Twitter-nya.

Dari jawaban itu dengan mudah kita menyimpulkan bahwa Fahira sosok yang tidak konsisten. Dia tebang pilih. Karena Zaskia bukan bagian dari kelompoknya dia bersemangat memperkarakan artis dangdut itu, sekali pun ucapannya dimaksudkan sebagai gurauan. Sementara Rizieq dan Felix, Fahira biarkan. Sekali pun apa yang mereka lakukan lebih mudah disimpulkan sebagai bentuk penghinaan terhadap Pancasila.

Rakyat Jakarta layak prihatin mempunyai senator seperti dia.[] Warsa Tarsono

Komentar