Home » Review » Berita » 5 Kasus Hukum yang Menyerat Nama Rizieq Shihab
Sumber: Tempo.co

5 Kasus Hukum yang Menyerat Nama Rizieq Shihab

Tak ada habib yang punya rekam jejak seperti Rizieq Shihab. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu mungkin satu-satunya habib yang tercatat dalam sejarah Islam di Indonesia yang paling bermasalah dalam urusan hukum.

Kurang dari dua dekade, sosok yang dinobatkan menjadi Imam Besar Umat Islam Indonesia ini pernah mendekam di balik jeruji besi sebanyak dua kali akibat tindakannya yang melanggar hukum.

Pertama, Rizieq pernah ditahan karena dianggap menghina kepolisian RI saat dialog untuk sebuah program di stasiun televisi SCTV dan Trans TV. Pada 29 Juli 2003 majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis Rizieq 7 bulan penjara, meski sebelumnya ia sempat disembunyikan pengikutnya.

Kedua, Rizieq dan 59 pengikutnya ditangkap di markasnya terkait dengan penyerangan terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang menggelar pawai untuk memperingati hari kelahiran Pancasila di Monas pada 1 Juni 2008. Beberapa bulan kemudian Rizieq divonis 1,5 tahun penjara karena dinyatakan bersalah. (baca: Mengenang 1 Juni 2008: Ketika FPI menginjak-injak Pancasila)

Pengalaman dua kali menjadi narapidana rupanya tidak mampu membuat Rizieq lebih baik dan lebih bijak dalam bertindak. Buktinya, dalam setahun terakhir ada banyak pihak yang melaporkan Rizieq ke kepolisian karena ceramahnya yang sarat penghinaan, penghasutan, dan penodaan.

Berikut daftar sejumlah kasus hukum yang mnyeret nama Rizieq Shihab. Meski Rizieq menginginkan mediasi dan dialog, para pelapor tampaknya enggan untuk membuka kesempatan itu. Dalam beberapa bulan ke depan tak ayal pikiran dan tubuh Rizieq tersita untuk menghadapi kasus-kasus yang dilaporkan ini.

  1. Penodaan Agama Kristen

Kasus dugaan penodaan agama Kristen yang dilakukan Rizieq bermula dari ceramahnya di Pondok Kelapa, Jakarta, pada Minggu (25/12/2015). Video ceramah Rizieq yang bertepatan dengan Hari Natal tahun lalu itu tersebar di sosial media. Dalam video itu ia tampak tengah berbicara di depan jamaahnya.

Dalam ceramahnya, Rizieq menggambarkan bahwa kalau ada orang yang menyampaikan Selamat Natal kepadanya, maka dia akan menjawab: “Allah Tidak Beranak, dan Tidak diperanakkan. Kalau Tuhan Beranak, Bidannya Siapa?” Menyimak pernyataan Rizieq itu, para jamaah terdengar tertawa. (baca: Beranikah MUI Bersikap tentang Dugaan Pelecehan Ajaran Kristen oleh Rizieq?)

Frasa “Kalau Tuhan Beranak, Bidannya Siapa?” inilah yang dipermasalahkan sejumlah pihak. Frasa ini dinilai menodai ajaran agama Kristen. Atas dasar itu, Rizieq dilaporkan ke kepolisian.

Sejauh ini ada 4 kelompok masyarakat yang melaporkan hal ini. Pertama, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). PMKRI melalui pimpinan pusatnya melaporkan Rizieq ke Polda Metro Jaya pada Senin (26/12).

Laporan polisi PP PMKRI bernomor TBL/6344/XII/2016/PMJ/Ditreskrimsus disebutkan ada nama lain yang dilaporkan selain Rizieq. Dua nama itu adalah akun Instagram @fauzi_ahmad_fiiqolby dan akun Twitter @SayaReya.

Ketiga orang tersebut dilaporkan karena penistaan agama melalui media elektronik dengan Pasal 156 dan 156a KUHP serta UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE. Barang bukti yang dilampirkan adalah softcopy video.

Kelompok kedua adalah Student Peace Institute (SPI). Laporan itu diterima polisi dengan nomor LP/6367/XII/2016/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 27 Desember 2016.

Rizieq dan akun Twitter @SayaReya dilaporkan karena menyebarkan hinaan pada suatu golongan agama dan menyebarkan kebencian berdasarkan SARA yang diduga melanggar Pasal 156 KUHP dan Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Direktur Eksekutif SPI Doddy Abdallah Rizieq menilai isi ceramah Rizieq mengandung ujaran kebencian dan tindakan mengolok ajaran agama lain. Padahal dalam al-Quran Surat Al An’am ayat 108 dilarang untuk menghina Tuhan dan keyakinan agama lain.

“Kami datang sebagai mahasiswa Muslim. Kami putuskan untuk ikut melaporkan Rizieq agar dia tidak dianggap representasi umat Islam. Kami dari pihak Muslim sendiri tersinggung,” kata Doddy.

Kelompok ketiga adalah Forum Mahasiswa-Pemuda Lintas Agama (Rumah Pelita). Laporan yang dilayangkan Rumah Pelita diterima polisi dengan nomor LP/6422/XII/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 30 Desember 2016.

Ketua Rumah Pelita Slamet Abidin menyayangkan isi ceramah Rizieq yang dianggap terlalu jauh masuk ke ranah keyakinan agama lain. Pernyataan Rizieq menurutnya dapat memecah belah NKRI dan kerukunan antar-umat beragama. “Ceramah soal menghina agama lain, ini salah satu mengolok-olok dan menistakan agama lain,” kata Slamet.

Kelompok keempat adalah warga Kelapa Gading, Jakarta Utara, Khoe Yanti Kusmiran. Laporan Yanti diterima Bareskrim Polri sebagaimana tertuang dalam bukti laporan bernomor TBL/22/I/2017/Bareskrim pada Senin (16/1/2017) di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim Polri.

Menurut Yanti pernyataan Rizieq tersebut sudah masuk dalam penistaan agama Kristen. Karena itu, dia melaporkannya.

Dalam bukti laporan itu, Rizieq dilaporkan atas perkara dugaan tindak pidana penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Serta dilaporkan atas Pasal 156a KUHP tentang penistaan agama.

  1. Penodaan Lambang Negara

Kasus lain adalah dugaan penodaan lambang negara. Kasus ini berangkat dari ceramah Rizieq dua tahun yang lalu di Kota Bandung saat tabligh akbar FPI. Ceramah Rizieq itu dapat disaksikan di aplikasi berbagi video YouTube.

Pada kesempatan itu, Rizieq dalam ceramahnya menyebut-nyebut Pancasila dan Presiden Indonesia Soekarno. Masalahnya, dalam ceramahnya itu Rizieq dinilai tidak menghormati Pancasila dan Soekarno. Kata Rizieq “Pancasila Soekarno Ketuhanan ada di Pantat sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di Kepala”.

Melihat ceramah Rizieq dalam video itu, putri Soekarno Sukmawati sekaligus Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme tersinggung. Sukmawati mengaku baru mengetahui keberadaan ceramah itu dalam video yang dia saksikan pada bulan Juni 2016. Setelah didiskusikan dengan teman-temannya, Sukmawati akhirnya memutuskan melaporkan Rizieq ke Bareskrim Polri di Gedung KKP, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2016).

Menurut Sukmawati, Rizieq telah melakukan penodaan terhadap lambang dan dasar negara Pancasila, serta menghina kehormatan martabat Dr. Ir Soekarno sebagai Proklamator kemerdekaan Indonesia sekaligus presiden pertama Republik Indonesia.

Dalam laporan bernomor LP/1077/X/2016/Bareskrim itu, pasal yang dituduhkan ke Rizieq adalah tindak pidana penodaan terhadap lambang dan dasar negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154a KUHP dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 57a jo Pasal 68 Undang-Undang no 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Mengingat lokasi peristiwa ceramah itu di wilayah Jawa Barat, Bareskim Mabes Polri melimpahkan laporan ini ke Polda Jawa Barat. Dibutuhkan dua kali pemanggilan untuk menghadirkan Rizieq guna pemeriksaan perdana di markas Polda Jawa Barat.

Pada 12 Januari lalu, Rizieq memenuhi panggilan Polda Jawa Barat itu. Massa FPI mendatangi markas Polda Jawa Barat untuk mengawal Rizieq. Tak jauh dari massa FPI berkumpul, massa anti FPI dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) juga tampak hadir. Belakangan, seperti diketahui, kedua ormas terlibat bentrokan fisik.

  1. Pelecehan Sampurasun

Kasus selanjutnya adalah dugaan pelecehan salam khas komunitas Sunda. Pada medio November 2015, Rizieq yang mengisi acara tabligh akbar FPI di Purwakarta memplesetkan ‘Sampurasun’ menjadi ‘campur racun’.

“…… kalau di Purwakarta (assalamu alaikum; red) diganti Sampurasun. Campur racun!” pekik Rizieq yang disambut gelak tawa para jamaah, sebagaimana yang terlihat dalam video yang diunggah di YouTube.

Karena pernyataan Rizieq itu, tidak sedikit tokoh dan budayawan Sunda yang angkat suara. Tercatat Walikota Bandung Ridwan Kamil, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi – yang diduga menjadi objek guyonan Rizieq itu – serta sejumlah sesepuh tanah Sunda. Pada intinya, selain merasa tersinggung, mereka menyarankan agar Rizieq meminta maaf kepada komunitas Sunda karena guyonannya itu. (baca: Plesetkan ‘Sampurasun’ jadi ‘Campur Racun’, Tindakan Ketua FPI Tercela dalam Islam)

Elemen lain dari komunitas Sunda bergerak lebih jauh. Angkatan Muda Siliwangi (AMS) melaporkan Rizieq terkait dugaan penghinaan terhadap budaya Sunda. Laporan AMS dilayangkan aktivis AMS Denda Alamsyah pada akhir November. Laporan polisi itu tercatat bernomor LPB/967/XI/2015/Jabar.

Denda menyebut perihal ucapan sampurasun menjadi campur racun. Dia juga menyampaikan bukti ucapan di YouTube sebagai bukti. Denda melaporkan Rizieq atas pidana melanggat UU ITE pasal 28 ayat 2 karena dinilai menyebarkan kebencian.

Ketua Umum AMS, Noeriy Ispandji Firman mengatakan bahwa ucapan Rizieq telah melukai hati masyarakat Sunda. Sampurasun adalah identitas bangsa di antara keragaman suku dan etnis di Indonesia. Pelesetan itu berarti juga melecehkan Bhinneka Tunggal Ika. AMS juga melaporkan Muhammad Syahid, yang juga dianggap telah melecehkan dengan memelesetkan sampurasun di media sosial Facebook.

Setahun kemudian, pada awal Januari 2017, ratusan massa gabungan dari budayawan dan masyarakat Sunda berunjuk rasa di depan Markas Polda Jawa Barat, Kota Bandung. Mereka menuntut agar Polda Jawa Barat menuntaskan kasus ini.

“Kami menuntut agar Rizieq diperiksa dalam kasus penistaan budaya. Kita sudah melaporkan ini ke Polda Jawa Barat tahun lalu, tapi belum tuntas. Saya salah satu saksi pelapor,” kata Wakil Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Masyarakat Sunda Jawa Barat Dyna Ahmad saat ditemui di sela-sela aksi, Rabu (11/1).

Menurut Dyna, selain melecehkan budaya Sunda, Rizieq juga dituding menyebarkan intoleransi terhadap kerukunan umat beragama serta melecehkan lambang negara Pancasila. Oleh karena itu, mereka mendorong agar Rizieq diperiksa.

  1. Penghasutan terkait Uang Kertas Rupiah

Kasus lain adalah dugaan penghasutan terkait uang kertas Rupiah. Kasus ini bermula dari ceramah Rizieq yang berusaha menyakinkan para jamaahnya bahwa dalam uang kertas Rupiah ada logo palu-arit, logo komunisme global yang diadopsi Partai Komunis Indonesia (PKI).

Sekedar informasi, isu kebangkitan PKI santer disebarkan Rizieq dan kelompoknya untuk menakut-nakuti publik, khususnya umat Islam. Hantu di siang bolong itu sengaja mereka hidupkan untuk menggerus kepercayaan kepada Presiden Jokowi yang dianggap sebagai pihak yang bertanggungjawab dalam kebangkitan PKI.

“Bagian yang bukan palu arit disamarkan. Kita tanya saudara, sejak kapan uang negara pakai palu arit. Ini bukan fitnah. Ini fakta, fakta,” kata Rizieq dalam ceramah yang videonya bisa disaksikan di YouTube.

Atas dasar itu, kelompok masyarakat bernama Jaringan Muda Anti Fitnah (JIMAF) melaporkan Rizieq ke Polda Metro Jaya pada awal Januari lalu. Penggiat Jimaf Herdiyan Saksono Zoulba menilai pernyataan Rizieq itu berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurut Herdiyan mata uang diatur dalam UU No 7 Tahun 2011 sebagai salah satu simbol kedaulatan negara yang harus dihormati dan dibanggakan oleh seluruh warga negara Indonesia. Dengan demikian, uang bukan hanya sekadar alat pembayaran yang sah. “Negara harus hadir menyikapi dan menyelidiki kemelut yang terjadi di publik ini,” katanya.

Dalam laporan bernomor LP/92/I/2017/PMJ/Ditreskrimsus, Rizieq dilaporka atas dugaan Pasal 28 ayat 2 dan Pasal 28 ayat 1 Jo Pasal 45 ayat 2 UU ITE No 19/2016.

Rupanya yang melaporkan Rizieq karena kasus ini bukan hanya Jimaf. Sejumlah orang yang menamakan diri Solidaritas Merah Putih (Solmet) juga melakukan hal yang sama.

Ketua Umum Solmet Sylver Matutina mengatakan pihaknya melaporkan ini mewakili masyarakat Indonesia yang merasa terhina dengan isi ceramah Rizieq. Isi ceramah Rizieq ia nilai bisa memicu perpecahan dan memecah belah negara Indonesia.

“Ini sangat melecehkan dan memfitnah serta memprovokasi seolah-olah negara ini sudah dikuasai sama komunis,” ujar Sylver seusai membuat laporan polisi di Mapolda Metro Jaya, Selasa (10/1/2017).

Laporan tersebut tertuang dalam laporan polisi bernomor LP/125/I/2017/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 10 Januari 2017. Dalam laporan ini, polisi menyertakan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Logo yang dianggap Rizieq palu-arit itu bagian dari pengamanan yang disebut rectoverso. Rectoverso adalah gambar saling isi jika uang diterawang ke cahaya. Rectoverso yang seolah seperti logo palu-arit itu sebenarnya membentuk ornamen lambang “BI”.

  1. Penghinaan Hansip

Kasus dugaan penghinaan hansip adalah kasus terbaru. Lagi-lagi kasus ini bermula dari ceramah Rizieq yang bisa disaksikan di YouTube.

Dalam ceramahnya, Rizieq merespons langkah Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan yang mendorong Gubernur Bank Indonesia untuk melaporkan Rizieq. Dalam ceramah sebelumnya Rizieq berusaha meyakinkan para pengikutnya bahwa di dalam uang kertas Rupiah terdapat logo palu-arit yang identik dengan PKI.

Rizieq merespons langkah Kapolda Metro itu dengan menghinanya dan hasip. “Pangkat jenderal otak Hansip. Sejak kapan Jenderal bela palu arit. Jangan-jangan ini Jenderal enggak lulus litsus,” kata Rizieq dalam ceramahnya.

Eddy Soetono (62) yang berprofesi sebagai hansip tidak terima dengan pernyataan Rizieq itu. Warga Pondok Gede yang mengaku tidak terlibat dalam gerakan politik dan ormas tertentu itu melaporkan Rizieq ke Polda Metro Jaya.

Laporan Eddy tersebut terdaftar dengan nomor LP/193/I/2017/PMJ/ Dit.Reskrimsus tertanggal 12 Januari 2017. Dalam laporan itu, Rizieq dianggap melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). []

Komentar