Home » Review » Berita » Aliansi Anti Syiah Bogor Dideklarasikan dengan Penuh Caci-Maki
Pengukuhan pengurus ANNAS Bogor Raya

Aliansi Anti Syiah Bogor Dideklarasikan dengan Penuh Caci-Maki

Gerakan anti Syiah di Bogor rupanya memang tak mudah putus asa. Kendati tidak mendapat restu Walikota, Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Bogor tetap dideklarasikan meski dengan dihadiri peserta terbatas. Dalam acara pengukuhan pengurus ANNAS Bogor (22/11/2015), caci-maki terhadap Syiah secara terbuka dikumandangkan.

Seperti tertulis dalam undangannya, semula mereka akan mengadakan acara itu di Balaikota, tapi karena Walikota Bogor Bima Arya menolak untuk memberi izin, acara dipindah ke Gedung KONI Bogor. Di tempat ini pun mereka tak mendapatkan izin. Akhirnya secara mendadak acara dipindah ke ICC Botani Bogor lantai 2, di ruangan yang hanya berkapasitas 100 orang.

“Kami mohon maaf kepada bapak dan ibu, karena adanya dinamika terkait isu ini kami terpaksa beberapa kali memindahkan acara pengukuhan,” ucap pembawa acara, yang disampaikan beberapa kali dalam acara tersebut.

Bima Arya yang semula diagendakan memberikan sambutan pembukaan juga tidak hadir. Rencana ketidakhadiran Bima memang sudah disampaikan kepada Madina Online dalam wawancara sebelumnya. Bima menyampaikan, sikapnya itu merupakan upaya dia untuk menjaga kesejukan, kebersamaan, dan silaturrahmi warga Bogor.

“Saya minta kepada semua pihak untuk sama-sama menahan diri. Bogor ini mulai musim hujan. Sudah mulai sejuk. Jangan kemudian ada persoalan-persoalan yang membuat situasi menjadi tidak kondusif,” ujarnya. (Baca: Bima Arya: Saya Tak Beri Izin Deklarasi ANNAS Bogor dan Takkan Hadiri Acara itu…).

Acara pengukuhan pengurus ANNAS Bogor diisi dengan sambutan KH. Athian Ali, dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian dan pemberian wewenang ANNAS Pusat kepada ANNAS Bogor Raya. Dalam sambutannya, Athian berulang kali menyampaikan hal-hal yang memojokkan dan menanamkan kebencian kepada Syiah. Menurutnya, Syiah mempunyai Al-Quran yang berbeda, sesat, dan bukan Islam.

“Al-Quran yang kita percayai adalah Al-Quran yang mulai dikumpulkan Khalifah Abu Bakar al-Shiddiq, dilanjutkan oleh Khalifah Umar bin Khattab dan disempurnakan oleh Usman Bin Affan. Masuk akalkah bila mereka mengatakan mereka meyakini Al-Quran yang dikumpulkan oleh tiga orang yang mereka nyatakan kafir. Kita jangan mau dibohongi mereka,” kata Athian.

Athian melanjutkan: “Mereka ber-taqiyah. Mereka seolah-olah ingin menjaga kerukunan karena mereka masih lemah. Di Teheran (Iran) tidak ada tersisa masjid umat Islam. Semua masjid umat Islam sudah rata dengan tanah. Yang ada itu gereja sampai puluhan. Sinagog tempat ibadahnya orang Yahudi jumlahnya 19,” lanjut Athian.

Setelah menyelesaikan sambutannya Athian melantik pengurus ANNAS Bogor yang diketuai oleh Muhammad Nur Sukma. Setelah dilantik Nur Sukma menyampaikan pernyataan sikap pengurus ANNAS Bogor Raya terkait Syiah. Total ada tujuh poin yang semuanya menyudutkan Syiah. Berikut ketujuh poin tersebut:

  1. ANNAS Bogor Raya mengajak para ulama dan tokoh masyarakat , para pejuang Islam dan umat Islam serta siapapun yang peduli akan keutuhan NKRI, baik secara perorangan maupun organisasi untuk bersatu mencegah berkembangnya paham Syiah di Bogor dan sekitarnya demi menjaga keutuhan hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
  2. ANNAS Bogor Raya siap bekerjasama dengan siapapun dan pihak manapun yang memiliki pandangan dan sikap yang sama terhadap bahaya keberadaan paham Syiah di Indonesia.
  3. ANNAS Bogor Raya siap bekerjasama dengan pemerintah, TNI, Polri, penegak hukum, dan institusi negara lainnya dalam membentengi masyarakat, bangsa dan negara dari bahaya paham Syiah.
  4. ANNAS Bogor Raya siap berjuang untuk Islam dan umat Islam serta negara dan bangsa Indonesia dalam membentengi umat Islam dan masyarakat luas dengan cara mensosialisasikan fakta-fakta tentang: Syiah bukan Islam, bahaya Syiah terhadap umat Islam, bahaya Syiah terhadap keutuhan NKRI.
  5. ANNAS Bogor Raya bertekad membersihkan seluruh wilayah Bogor dan sekitarnya dari paham Syiah dari segala bentuknya.
  6. ANNAS Bogor Raya akan selalu mengedepankan kemaslahatan umat bangsa dan negara dalam segala aktivitasnya.
  7. ANNAS Bogor Raya akan terus berperan dalam menyatukan kekuatan umat dan seluruh komponen masyarakat dalam membela dan menegakkan kebenaran yang dilandasi Al-Quran dan Assunnah bagi keselamatan agama, umat, bangsa dan negara.

Nur Sukma menegaskan bahwa acaranya itu sudah mendapat izin, baik dari pemerintah kota maupun kepolisian. “Sebetulnya acara semacam ini tidak perlu izin, karena kegiatan hari ini lebih ringan dengan kegiatan ANNAS di daerah lain. Tapi saya pastikan kami sudah mendapat izin, baik dari Kesbangpol maupun polisi. Kalau tidak diizinkan mungkin acara ini sudah dibubarkan aparat,” ujarnya. (Baca: Polisi Resmi Tak Beri Izin Aliansi Anti Syiah Gelar Deklarasi di Bogor)

Sementara terkait deklarasi Aliansi Nasional Gerakan Toleransi (ANAS-Getol), Nur Sukma menganggap itu bukan sesuatu yang aneh. Buatnya, hal ini adalah pertempuran setan dengan tentara Allah yang selalu ada. “Mereka tidak akan diam. Siapapun tidak akan diam. Ini sunnatullah. Ini pertempuran as-syaitan dan jundullah,” tegasnya.

Saat ditanya, apakah dengan pernyataan itu dia mempersepsikan kelompok ANAS -Getol sebagai setan, Nur Sukma menolaknya. “Saya tidak pernah mengatakan itu. Tolong dicatat. Itu adalah konsep. Kalau kita bicara undang-undang maka siapapun yang menyimpang dari undang-undang tidak perlu disebutkan,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya pada Jumat (20/11/15) lalu sejumlah ulama dan tokoh masyarakat di Bogor mendeklarasikan ANAS-GETOL. Deklarasi tersebut dilakukan sebagai wujud perlawanan terhadap kelompok intoleran, salah satunya ANNAS, yang telah beberapa kali menekan Pemkot Bogor untuk melakukan diskriminasi terhadap kalangan minoritas.

Beberapa tekanan kelompok intoleran itu berhasil. Terbukti, Pemkot Bogor masih menyegel pembangunan Gereja Yasmin dan mengeluarkan larangan bagi kelompok muslim Syiah untuk mengadakan acara peringatan Asyura.

Sejumlah ulama dan tokoh masyarakat tidak ingin kebijakan diskriminatif kembali dikeluarkan oleh Pemkot Bogor, maka dideklarasikanlah ANAS-GETOL. Sejauh ini, gerakan perlawanan ini berhasil. Aliansi Anti Syiah itu pun kesulitan mendapat izin acara pengukuhan pengurusnya.[]

Warsa Tarsono

Komentar