Home » Review » Berita » 9 Ramalan Kiamat Meleset
Ilustrasi: shutterstock

9 Ramalan Kiamat Meleset

Ramalannya terkait kiamat akan terjadi di Indonesia tuai protes. Ada banyak kasus seperti ini dalam sejarah. Ini sembilan contoh ramalan kiamat yang meleset.

Menyusul suara gemuruh mirip terompet di berbagai negara yang diduga tiupan sangkakala, Pemimpin Kerajaan Tuhan Eden, Lia Aminudin, memprediksi akan adanya gempa dahsyat di Jakarta pada akhir Mei 2015 ini.

Menurut Lia, bumi kini sedang berproses menuju kiamat. Hari Kiamat itu, lanjutnya, datangnya justru di Indonesia, sebagaimana deklarasi Tuhan Yang Maha Kuasa kepadanya.

“Ketentuan Tuhan atas Hari Kiamat ini datangnya justru di Indonesia. Ini ketentuan langsung dari Tuhan. Kami tak mengirimkan surat peringatan ini bilamana gempa itu tak dahsyat,” tulis Lia dalam surat kepada Jokowi, yang tersebar di berbagai media.

Melalui jamaahnya, Lia mengirimkan sebuah boks biru berisi tujuh amplop surat dan beberapa DVD yang ia tujukan pada sejumlah pihak. Yaitu. kepada Presiden Joko Widodo, Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Direktur NASA, Duta Besar, Polri, KPK, dan DPR. Juga kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, MUI, Keluarga Sukamdani Sahid Gito Sardjono, dan media massa.

Surat Lia Eden pada presiden Jokowi (foto: solopos.com)

Surat Lia Eden pada presiden Jokowi (foto: solopos.com)

Dalam surat itu, Lia menegaskan bahwa Malaikat Jibril akan datang dengan menggunakan unidentified flying object (UFO) yang akan mendarat di Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Tujuan kedatangannya untuk mengangkat para rasul Eden menuju surga.

“Yaitu di surga yang kedua dan itu merupakan surga utama Darussalam. Setelah pengangkatan itu, proses kiamat pun akan semakin bergejolak nyata,” ujarnya.

Reaksi pun bermunculan. Salah satunya dari anggota Komisi III DPR bidang hukum, Hasrul Azhar. Ia mendesak kepolisian untuk menangkap Lia.

“Harus dihentikan. Polisi bertindak menangkapnya. Ini meresahkan. Siapa yang bisa meramal bencana? Itu sama saja membuat isu yang bisa membuat kekacauan di masyarakat,” kata Hasrul seperti dilansir Liputan6.com.

Ini bukan kali pertama ramalan tentang kiamat. Ramalan akan hari kiamat sudah berlangsung sejak berabad-abad lamanya. Banyak dari ramalan itu meleset. Tak terbukti kebenarannya. (Baca: Kiamat Dekat, Nabi Muhammad dan Jibril Tak Tahu Pasti)

Ramalan ini datang dari berbagai kalangan. Di antaranya tokoh agama, peneliti, dan peramal. Kebenaran ramalan mereka itu akan diuji sejarah, tanpa perlu terkena pasal pelecehan agama dan harus masuk bui.

Berikut sembilan ramalan kiamat dari berbagai kurum waktu yang meleset:

Kiamat Milenium Baru (1000)

Jelang milenium baru, tahun 999, banyak umat kristiani percaya ramalan yang mengatakan kiamat akan datang. Hal ini membuat mereka meninggalkan pekerjaan dan rumah mereka untuk meningkatkan ibadah. Alih-alih terjadi kiamat, para peramal malah berdalih mereka keliru menghitung umur Yesus Kristus. Mereka pun merevisi ramalannya bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 1033.

Kiamat Mormon (1891)

Joseph Smith, pendiri gereja Mormon, mengaku telah berdialog dengan Tuhan pada Februari 1835. Ia kemudian memanggil para pimpinan gereja. Ia mengisahkan bahwa Yesus Kristus akan kembali ke bumi 56 tahun kemudian (1891). Di tahun itu ia memprediksi akan terjadi kiamat.

Kiamat Mirelis (23 April 1843)

Seorang petani dari New England, William Miller, setelah tujuh tahun mempelajari Alkitab secara serius, ia memprediksi hari penghancurkan dunia akan terjadi pada 23 April 1843. Ribuan orang yang menjadi pengikutnya dikenal sebagai Mirelis. Sebagian mereka menjual hartanya karena merasa tak lagi membutuhkannya. Tapi kiamat tak kunjung tiba. Kelompok ini kemudian pecah. Sebagian mereka membentuk apa yang kini dikenal Advent Hari Ketujuh.

Kiamat Yehova

Ramalan kiamat aliran Saksi Yehova banyak tak terbukti. Mmereka meramalkan kiamat berdasarkan kitab Daniel di Injil. Menurut tafsir mereka, kiamat akan tiba pada tahun 1914. Saat di tahun itu tak terjadi apa-apa, mereka pun mengeluarkan berbagai alasan. Misalnya, tahun itu merupakan awal Yesus berkuasa secara tidak tampak. Tak berhenti di situ, aliran ini pun terus meramal kiamat di tahun-tahun berikutnya. Yaitu, tahun 1918, 1920, 1925, 19411, 1975, 1994 dan seterusnya. Dan semuanya tak terbukti.

Kiamat Gerbang Surga (1997)

Saat rumor Komet Hale-Bopp terlihat pada 1997 merebak, berkembang isu bahwa pesawat alien mengikutinya.  Paranormal Art Bell menyimpulkan dunia akan segera berakhir. Rumor yang ia publikasikan itu mampu menyedot pengikut dan mengilhami terbentuknya sekte “Gerbang Surga.” Alih-alih terjadi, 39 anggotanya malah melakukan bunuh diri massal pada 26 Maret 1997.

Kiamat Pembekuan Global (5 Mei 2000)
Richard Noone dalam bukunya “5/5/2000 Ice: the Ultimate Disaster” (1997) memprediksi bahwa di tanggal itu kiamat akan terjadi. Pada saat itu, menurut Noone, posisi planet-planet tepat dalam kondisi berjajar, ketebalan salju di Antartika akan mencapai beberapa mil. Ini memicu pembekuan global yang mematikan. Bukannya pembekuan global yang terjadi kini malah pemanasan global.

 Kiamat Camping (21 Mei 2011)

Harold Camping meramalkan kiamat pada 21 Mei 2011. Ia dan para pengikutnya gencar menyebarkan menyebarkan pesan itu di papan reklame, bangku-bangku di halte bus, karavan di seluruh kota di Amerika Serikat. Bahkan hingga ke Afrika dan Amerika Latin. Menurutnya, sekitar 200 juta umat terpilih akan naik ke surga dan meninggalkan bumi yang menjelma seperti neraka selama lima bulan. Dan pada 21 Oktober di tahun sama kehidupan bumi benar-benar berakhir.

Kiamat Suku Maya (21 Desember 2012)

Suku Maya kuno meramalkan kiamat terjadi pada 21 Desember 2012. Berdasarkan interpretasi atas kalender suku Maya yang habis pada 21 Desember, mereka mengira tak akan ada lagi kehidupan setelah hari terakhir itu. Kalender suku Maya dimulai pada 3114 Sebelum Masehi dam berakhir pada musim dingin 2012.

Kiamat Bangsa Viking (22 Februari 2015)

Bangsa Viking, seperti dikutip Daily Mail, meramalkan kiamat 22 Februari 2015. Menurut bangsa pelaut ini, seperti kata Danielle Daglan dari Pusat Studi Viking Utara, ramalan itu ditandai dengan kemunculan ikan-ikan raksasa yang berbentuk aneh dan kemunculan internet serta jejaring sosial. Dalam tradisi Viking, kiamat akan terjadi jika wilayah yang mereka diami sudah terjadi tiga musim dingin tanpa diselingi musim panas. Ketika itu terjadi minyak bumi menyembur ke angkasa bersama dengan gas beracun dan terjadi gempa besar dan lautan tumpah ke daratan. **

[Achmad Rifki, dari berbagai sumber]

Komentar