Home » Review (page 15)

Review

Layar Ayat

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 1, Tahun 1, Januari 2008) 
 
Masih banyak kesulitan berdakwah lewat film. Masih ada pertanyaan
tersisa.

Dalam konferensi pers film Ayat-ayat Cinta, 4 Agustus 2007, Hanung Bramantyo sang sutradara sedikit bergetar suaranya saat menceritakan mengapa ia membuat film ini. Membuat film religius, kata Hanung, adalah cita-cita saya sejak lama. Ia pernah diminta oleh ibunya, kalau sudah bisa bikin film nanti agar membuat film agama (Islam). "Baru sekarang," ungkap Hanung, "saya bisa memenuhi permintaa­n itu."

Menantikan Dakwah yang Menyihir

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 1, Tahun 1, Januari 2008)
 
Sinetron bikin heboh, dikaitkan pemurtadan dan sihir. Antiklimaks yang menyisa­kan pertanyaan. 

Sinetron Sebuah Penantian mungkin program televisi yang paling membuat repot RCTI. Akibat film itu, stasiun televisi tertua di Indonesia itu terpaksa harus menjelaskan kanan-kiri soal tuduhan 'Kristenisasi' dan 'pemurtadan' yang dialamatkan pada mereka.

Tuhan Tidak Bulat, Bukan?

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 1, Tahun 1, Januari 2008)

Adalah sebuah inspirasi dari Roestam Effendi. Pada 1925, penyair Pujangga Baru ini melahirkan sekumpulan sajak Pertjikan Permenoengan. Pada 2007, penyair/esais Goenawan Mohamad mengaku terinspirasi kumpulan sajak lawas itu ketika melahirkan buku kecil Tuhan & Hal-hal yang Tak Selesai.

Bercermin pada Orked

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 1, Tahun 1, Januari 2008)

Di negeri jiran, Yasmin Ahmad memotret masyarakat Melayu yang sedang berubah. Memancing kontroversi, tapi juga refleksi.