Home » Review » Isu Media (page 3)

Isu Media

Hoax: Sesat dan Menyesatkan

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 4, Tahun 1, April 2008) September 2007, sebuah email sampai di tangan saya. Subyeknya amat mengagetkan: “Astagfirullah!!! Di New York dibangun bar bangunannya menyerupai Ka’bah”. Penasaran, saya klik pesan tersebut. Isinya menginformasikan ...

Fitna yang Penuh Cacat

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 4, Tahun 1, April 2008)

Tokoh ultra-konservatif Belanda jadi meluncurkan film propaganda anti-Islam. Menurutnya yang salah bukan umat Islam, tapi  Al-Quran.

Geert Wilders akhirnya benar-benar mewujudkan niatnya. Pada 27 Maret lalu, Wilders meluncurkan filmnya,0,  melalui internet. Seperti ramai diperkira­kan, film berdurasi 16 menit itu memang mengandung muatan yang bisa sangat memprovokasi umat Islam. Ada peng­hina­an terhadap Nabi Muhammad, ada cuplikan-cuplikan  Al-Quran tanpa konteks, dan ada rangkaian gambaran satu sisi tentang umat Islam di dunia sebagai kaum barbar yang mengancam kaum beradab.

Pelajaran dari Perjamuan Terakhir

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008)

Gara-gara menafsirkan ulang karya da Vinci, Majalah Tempo diprotes. Dianggap terlalu jauh bermain-main dengan tokoh suci. Pimpinan gereja memaafkan. 

Sensor, Umat, dan Kebebasan

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 2, Tahun 1, Februari 2008)

Para sineas muda meminta masyarakat diberi kewenangan untuk menentukan sendiri pilihan dalam menonton. Mereka percaya tak perlu ada LSF. Tidak realistis?

Miss Indonesia dan Soal Kemaksiatan

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 2, Tahun 1, Februari 2008)

Rencana penyelenggaraan final puncak Miss Indonesia 2008 saat ini terkatung-katung. Akibat desakan masyarakat, beberapa fraksi di DPR, dan MUI, Gubernur Suma­tra Selatan (Sum-Sel), Syahrial Oesman, bulan lalu membatalkan kesediaan daerahnya menjadi tuan rumah acara tersebut pada pertengahan Juni nanti.
 

Ampunan Di Bulan Qurban

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 1, Tahun 1, januari 2008)
 
Raja Abdullah dari Arab Saudi, 5 Desember lalu, akhirnya mengampuni korban perkosaan yang dianggap turut bersalah dan dihukum cambuk dan penjara. Untuk sementara, pengampunan ini mengakhiri kasus kontroversial yang menyulut debat panas di Arab Saudi dan mengundang kecaman internasional.