Home » Humor (page 3)

Humor

Serba Gratis

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 4, Tahun 1, April 2008)

Sepasang suami istri berusia 80 tahunan, tewas akibat kecelakaan mobil. Mereka adalah pasangan hidup selama 60 tahun. Mereka bisa mencapai usia setua itu terutama karena si istri selalu disiplin menyediakan makanan sehat dan mengajak suaminya berolahraga.

Tinta Biru

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008)

Seorang prajurit muda AS ter­pilih untuk berangkat memelihara keamanan di Irak. Seluruh keluarga­nya sangat bersedih dengan kabar itu. Sambil mengucurkan air mata, mereka melepas kepergian anak kesayangan mereka.

Pertanyaan

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008)

Pada suatu hari Perdana Menteri Menachem Begin berbicara tentang keberhasil­an demokrasi Israel di depan pers. Tatkala ia berhenti, seorang wartawan bernama Jacob Rabinovich berdiri dan berkata: ‘’Perdana Menteri yang terhormat, saya hanya ingin mengajukan tiga pertanyaan, bila memang  demokrasi Israel berjalan begitu baik, mengapa kita masih melihat banyak orang Arab Palestina kelaparan? Mengapa kita masih melihat ada polisi Israel menggebuki banyak wanita Arab Pales­tina? Mengapa kita masih melihat anak-anak Arab Palestina tidak mendapat pelayanan kesehatan?’’

Burung Beo

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008)

Adalah sebuah keluarga di Tel Aviv, Israel, yang senang membicarakan soal-soal politik di dalam rumah mereka. Mereka juga me­miliki­ seekor burung beo yang sangat senang men­dengar­kan obrolan keluarga tersebut. Pada suatu hari, burung beo itu menghilang. Keluarga tersebut mencari burung tersebut ke mana-mana, tanpa hasil. Akhirnya si kepala keluarga memutus­kan untuk mendatangi dinas rahasia Israel.

Cacing

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008)

Seorang ayah ingin menga­jarkan bahaya alkohol pada anaknya. Ia melaku­kannya dengan sebuah percoba­an yang ia pikir dapat menarik perhatian sang anak. Ia menyiapkan dua buah gelas. Yang satu diisi oleh air putih biasa, yang lainnya diisi oleh wiski. Kemudian, ke dalam masing-masing gelas, ia masukkan seekor cacing. Dengan segera hasilnya terlihat:

Penalaran Logis

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 2, tahun 1, Februari 2008)

Pria 1: ‘’Halo, pak, wah baru pindahan ya?’’

Pria 2: ’’Iya, dan nampak­nya orang-orang di sini sangat bersahabat ya.’’

Pria 1: ’’Alhamdulillah, ... Bapak bekerja di mana?’’

Pria 2: ‘’Saya pengajar di universitas. Saya mengajar soal cara berpikir logis.’’

Pria 1: ’’Wah, pelajaran apa itu?’’

Di Pintu Akhirat

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 2, Tahun 1, Februari 2008)

Dikisahkan, di pintu akhirat akan ada malaikat yang memeriksa setiap manusia yang hendak memasukinya.
Suatu hari, Albert Einstein datang. Si malaikat berujar,

“Wajahmu sih mirip Einstein. Tapi saya kan harus betul-betul pasti soal identitas Anda, karena tokoh-tokoh penting di dunia akan dipisah­kan dalam ruang tersendiri. Jadi apakah Anda bisa meyakinkan saya bahwa Anda memang Einstein?’’

Atheis dan Hiu

(TUlisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 2, Tahun 1, Februari 2008)

Suatu hari, seorang atheis berenang di laut. Tiba-tiba ia melihat ada hiu di kejauhan, maka ia pun buru-buru berenang ke perahunya.

Ketika menengok, ia melihat bagaimana si hiu ternyata menyadari kehadir­an­nya dan kini bergerak cepat ke arahnya. Posisi perahunya masih cukup jauh, sehingga ia pun berenang bak kesetanan. Tentu saja ia bukan tandingan ikan hiu yang terus mendekat. Ia betul-betul takut, dan ketika  berpaling dan melihat mulut raksasa ikan menganga lebar dengan deretan giginya yang tajam, si atheis berteriak,’’Ya Allah, tolooong!!!’’