Home » Humor » Supir Bis

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 4, Tahun 1, April 2008)

Ustad Bambang meninggal karena usia tua. Di antrian menjelang masuk surga, ia berdiri tepat di belakang seorang pria lain.

’’Siapa nama Anda dan apa yang Anda lakukan dalam hidup Anda,” tanya malaikat pada sang pria.

Supir Bis

”Nama saya Nasrun dan sejak muda saya bekerja sebagai supir Metro Mini di Jakarta,” kata pria itu.

”Baiklah kalau begitu,” kata malai­kat. ”Ini jubah sutra dan mahkota emas untukmu, dan Anda nanti akan ditempatkan di ruang istimewa yang penuh denga­n susu dan madu bersama tamu istimewa kami lainnya… Selamat datang di surga.”

Kemudian malaikat bertanya pada Ustadz Bambang: ”Dan Anda, siapa nama Anda dan apa yang Anda lakukan selama hidup Anda?”

”Saya Ustadz Bambang,”  jawabnya dengan bangga, ”dan sepanjang hidup saya mengabdi­kan diri pada Allah.”

”Mmm baiklah,” kata malaikat, ”ini jubah katun dan mahkota kayumu… Selamat datang di surga.”

”Lho kok begitu,” kata sang ustad memprotes, ”si supir Metro Mini memperoleh segenap ke­istimewaan itu, dan saya cuma mendapat jubah katun dan mahkota kayu?”

”Well,” kata si malaikat, ”kami memberikan hadiah berdasarkan skala pencapaian. Ketika Anda berkhutbah, orang-orang tertidur; tatkala si supir beraksi, semua orang berdoa…”

***

Jago Khutbah

Azizah: Ustad di masjidku itu jago betul berkhutbah. Ia bisa bicara tentang topik apapun selam­a satu jam penuh.

Wulan: Ustad di masjidku lebih hebat lagi. Ia bisa bicara berjam-jam tanpa topik apapun.***

Komentar