Home » Humor » Bolehkah

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 8, Tahun 1, Agustus 2008)

Seorang anak muda menemui ustad terkemuka di kampungnya.

Anak muda: Saya baru saja mencuri seekor ayam gemuk dari halaman rumah orang.

Ustad: Itu salah sekali.

Anak muda: Kalau saya berikan pada Anda, apakah Anda akan menerimanya?

Ustad: Tentu saja tidak, berikan ayam itu kepada pemiliknya.

Bolehkah

Anak muda: Tapi saya sudah menawarkannya kepada pemiliknya, tapi ia menolak.

Ustad: Ya, kalau begitu, kamu boleh memilikinya.

Anak muda: Terima kasih, ustad.

Sore itu si ustad kembali ke rumahnya, dan kemudian menyadari bahwa seekor ayamnya telah dicuri orang..

*** 

Tuli

Seorang anak kecil berlutut di samping tempat tidurnya dengan ditemani ibu dan neneknya. Dengan nada halus ia berdoa:

“Ya Tuhan, berilah kesehatan dan rezeki yang cukup bagi Ayah, Ibu, dan seluruh keluarga, dan berikan juga aku mimpi yang indah.”

Tiba-tiba ia memandang ke atas dan berkata keras-keras, “Dan jangan lupa, ya, berikan aku sepeda untuk ulang tahunku!”

“Tidak usah begitu, sayang,” kata si ibu. “Kalaupun kamu tidak berteriak, pasti Tuhan mendengar.”

“Memang,” kata si anak pelan. “Tapi nenek kan tidak.”

 ***

Perempuan

Seorang pria meninggal dan berangkat ke akhirat. Di sana ia bertemu Tuhan dan bertanya pada Tuhan apakah ia bisa mengajukan beberapa pertanyaan.

“Tentu,” kata Tuhan. “Silakan saja.”

“OK,” kata si pria. “Kenapa Baginda menciptakan perempuan begitu cantik?”

“Supaya kalian menyukainya,” jawab Tuhan.“OK,” kata si pria.”Mengapa Baginda menciptakan perempuan begitu indah?”

“Supaya kalian mencintainya,” jawab Tuhan.

Si pria behenti sejenak, kemudian bertanya: “Lalu, kenapa Baginda membuat otaknya begitu kosong?”

Jawab Tuhan: “Supaya mereka mencintai kalian!”

***

Wanita

Tersebutlah tiga pria meninggal dan berangkat ke akhirat. Tuhan sedang menerapkan kebijakan baru.

Sebelum menetap permanen di sana, ketiga pria itu diberi kesempatan untuk kembali ke bumi dan menjelma menjadi orang baru di dunia.

Pria pertama memohon: “Saya ingin kembali ke dunia dan menjadi sepuluh kali lebih kaya.”

Pria itu kembali ke bumi dan menjadi Abu Rizal Bakri.

Pria kedua meminta: “Saya kembali ke dunia dan menjadi sepuluh kali lebih tampan.”

Pria itu kembali ke bumi dan menjadi Brad Pitt.

Pria ketiga berharap: “Saya ingin kembali ke dunia dan menjadi sepuluh kali lebih pintar.”

Pria itu kembali ke bumi dan menjadi wanita.

***

Berbohong

Umat Kristen lazim melakukan doa bersama sebelum makan malam Natal. Suatu kali, sebuah keluarga meminta anak laki-laki terkecil mereka untuk

memimpin doa.

Ia pun memulai doannya dengan berterimakasih pada Tuhan untuk Ayah, Ibu, dan kakak-kakaknya.

Ia kemudian mengucapkan terima kasih pada Tuhan untuk ayah, ibu, kakak-kakaknya.

Ia kemudian mengucapkan terima kasih pada Tuhan karena memperoleh keluarga yang menyenangkan, teman-teman yang baik, guru-guru yang baik hati.

Ia kemudian mulai menyatakan syukur atas makanan yang terhidang.

Ia berterima kasih karena bisa menikmati makanan yang sangat lezat: ayam, buah-buahan, saus cranberry, kue pie, esk krim.

Kemudian ia berhenti, dan semua orang menunggu –dan menunggu.

Setelah kesunyian cukup lama, anak itu mendongak memandang ibunya, dan bertanya: “Kalau misalnya saya bilang saya bersyukur atas brokoli, apakah Tuhan akan marah bahwa saya berbohong?”

***

 Harga Khotbah

Seorang pendatang agak heran melihat di masjid yang ia datangi, kegiatan pengumpulan uang di kotak amal berlangsung sebelum khatib memberikan khutbah Jumatnya. Tapi keheranannya terjawab, ketika persis sebelum memulai khotbahnya, si khotib memberi pengumuman penting:

“Jamaah yang saya hormati, hari ini saya akan membawa tiga teks khotbah yang akan saya bacakan,” katanya. “Yang pertama, kalau dibacakan lengkap akan memakan waktu sepuluh menit, dengan nilai Rp. 100 ribu; yang kedua, tiga puluh menit, dengan nilai Rp. 50 ribu; dan yang ketiga, satu jam, dengan nilai Rp. 25 ribu.

“Nah, sekarang, mari kita hitung berapa nilai uang dalam kotak amal kita hari ini.”

***

Operasi Plastik

Seorang wanita setengah baya terkena serangan jantung dan dibawa ke rumah sakit. Ketika sedang dirawat di ruang gawat darurat, dalam alam bawah sadar, ia bertemu dengan malaikat pencabut nyawa, Izrail. Ia bertanya apakah ini saat baginya untuk meninggalkan dunia. Malaikat Izrail menyatakan tidak, dan menjelaskan bahwa ia masih punya sisa hidup 30 tahun.

Wanita itu ternyata benar-benar terselamatkan.

Karena pengalamannya itu, ia memutuskan menjalani operasi plastik untuk mempercantik dirinya. Ia melakukan facelift, hidungnya dibuat mancung, tubuhnya dirampingkan, warna rambutnya menjadi pirang. Dalam pikirannya, toh ia maish punya 30 tahun, jadi harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Ketika keluar dari rumah sakit setelah menyelesaikan operasi terakhirnya, ia langsung tewas ditabrak ambulans yang mengebut.

Ketika masuk ke alam baka, ia bertemu dengan Izrail dan memprotes, “Katamu aku masih punya 30 tahun….”

Dengan wajah terkejut Izrail berkata: “Lho, tadi saya pangling tidak mengenali kamu….”

***

Tuhan Bercanda?

Suatu kali, Nabi Isa menyaksikan sekumpulan pria sedang beramai-ramai hendak merajam seorang wanita. “Apakah yang terjadi di sini,” tanya Nabi.

“Wanita ini tertangkap sedang melakukan perzinahan, dan hukum agama mengatakan bahwa kita harus melemparinya dengan batu sampai mati,” kata seseorang dengan berapi-api.

“Tunggu,” teriak Nabi menengahi. “Biarkan ia yang merasa dirinya tidak pernah berbuat dosa menjadi orang pertama yang melempar batu!”

Semua orang terdiam. Ketika itulah, tiba-tiba sebutir batu meluncur dari angkasa dan mengenai pelipis si wanita.

“Oh, ayolah, Tuhan,” kata Nabi Isa, setengah mangkel, setengah putus asa. “Aku sedang mengajari umatku, nih!”

***

Haram

Seorang Hindu, seorang Muslim dan seorang warga Israel sedang berjalan-jalan ke sebuah perkampungan Kristen. Karena merasa lelah, mereka meminta izin pada seorang petani agar mereka bisa bermalam dir umahnya. Si petani bersedia membantu, tapi masalahnya cuma ada dua tempat kamar. Akibatnya, salah seorang dari ketiga pendatang itu harus bersedia tidur di kandang ternak.

“Aku saja,” kata si Muslim dan segera beranjak ke kandang. Beberapa menit kemudian, ia mengetuk pintu rumah. Ketika dibuka, si muslim dengan menyesal berkata: “Di dalam kandang ada babi, dan bagi umat Islam babi itu najis. Jadi tidak mungkin bagi saya untuk tidur dalam satu ruang dengan babi.”

“Kalau begitu aku saja,” kata si Hindu. Ia berangkat ke kandang. Tapi beberapa menit kemudian ia kembali. Dengan nada menyesal, ia berkata: “Di situ ada sapi, dan dalam kepercayaan Hindu, sapi adalah binatang suci. Karena itu tidak pantas bagi saya untuk tidur dalam satu ruang dengan sapi.”

“Ya sudah kalau begitu,” kata si Israel. “Aku saja yang ke sana,” katanya dan segera berjalan ke kandang.
Beberapa menit kemudian, terdengar ketukan di pintu rumah petani. Ketika dibuka, yang ada si babi dan si sapi.***

Komentar