Home » Editorial » Ustad Khalid Basalamah: Umat Islam dapat Menggauli Budak Wanitanya

Ustad Khalid Basalamah: Umat Islam dapat Menggauli Budak Wanitanya

oleh Ade Armando

Saya baru saja mendapat kiriman video ustad Khalid Basalamah.

Khalid ini adalah salah satu ulama yang video-videonya beredar di Youtube. Dia juga ulama yang terus menyuarakan pernyataan bahwa umat Islam haram memilih Ahok sebagai Gubernur DKI.

Tapi, video yang saya peroleh ini bukan soal Ahok.

Dalam video ini, dia menyatakan bahwa kaum pria muslim boleh meniduri budak-budak perempuan yang dimilikinya, selain istri-istrinya. Menurut Khalid, secara syariah, Islam memang mengizinkan itu dan tidak bisa diperdebatkan lagi.

Katanya lagi, jumlah istri memang dibatasi empat, tapi kalau budak jumlahnya tak terbatas.

Menurut Khalid, umat Islam sebaiknya menerima begitu saja hukum tersebut karena itu adalah ketetapan Allah yang tidak perlu lagi diperdebatkan. Kalau umat Islam menjalani hukum Allah dengan patuh, Insya Allah ganjarannya adalah masuk surga.

Dia merujuk pada Surat Al-Mu’minuun (Al Qur’an) ayat 5 – 6 yang menyatakan bahwa kaum beriman tidak boleh meletakkan kemaluannya kecuali terhadap istri-istrinya dan budak-budak yang mereka miliki.

Video ini dapat disaksikan di https://www.facebook.com/caturprasojo/videos/vb.100000015584959/1326140004063173/?type=2&theater

Penjelasan Khalid ini kembali menunjukkan betapa berbahayanya kalau umat Islam membaca  Al Quran hanya secara literal (harfiah, apa adanya).

Ada dua hal yang mengganggu kalau ayat itu dibaca sebagai hukum positif yang harus diikuti sepanjang masa:

  1. Islam mengizinkan perbudakan
  2. Islam mengizinkan hubungan seks dengan budak yang dimilikinya.

Jadi, bayangkan sekarang kalau ada umat Islam yang menyatakan bahwa perbudakan seharusnya diizinkan karena memang tidak ada larangan terhadap perbudakan dan bahkan diizinkan dalam Al Quran?

Bayangkan pula, kalau ada umat Islam yang mengaca pada sejarah zaman Nabi Muhammad, bahwa budak itu bisa diperoleh melalui peperangan untuk menaklukkan lawan-lawan Islam.

Bayangkan kalau umat Islam itu menyerang musuh-musuh Islam, mengambil para perempuan non-Islam  yang ditaklukkan sebagai budak, untuk kemudian disetubuhi. Dan ini bisa dilakukannya karena perilaku itu, menurutnya, dibenarkan oleh Al Quran dan tradisi umat Islam di masa Nabi.

Dengan mengatakan ini, saya tidak ingin menghina Islam.

Saya muslim yang sangat percaya pada agama yang saya yakini. Saya percaya pada Al Quran.

Tapi  memahami Al Quran memang tidak bisa dengan menerima bulat-bulat semua yang tertulis di dalamnya tanpa melakukan penafsiran ulang dan kontekstualisasi terhadap ayat-ayat tersebut.

Karena itu mari kita memandang Al Quran sebagai ajaran yang hidup yang harus terus kita pahami sesuai konteks ruang dan waktu.

 

Komentar