Home » Editorial » Tuduhan Penodaan Agama yang Mengada-ada

Tuduhan Penodaan Agama yang Mengada-ada

Oleh Ade Armando

 

Kasus tuduhan saya melakukan penodaan agama kini dilanjutkan. Status saya sudah naik menjadi tersangka. Saya harus menghadap Polda Metro Jaya pada Selasa 31 Januari, 2017, pukul 10.00.

Yang dijadikan dasar tuduhan adalah tweet dan status Facebook saya pada 19 Mei 2015 yang berbunyi:

“Allah kan bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayatNya dibaca dengan gaya Minang, Ambon, Cina, Hiphop, Blues ….

Status Facebook itu saya tulis terkait dengan gagasan Menteri Agama untuk mengadakan festival baca Al Quran dengan langgam Nusantara yang dikritik sejumlah pihak. Saya menganggap rencana Menteri Agama itu sangat positif, karena Al Quran memang lazim dibaca dengan beragam cara sesuai langgam kebudayaan setempat. Karena itulah saya menulis status Facebook yang mendukung ide Menteri Agama tersebut.  (baca: Allah Bukan Orang Arab. Allah Pencipta Orang Arab.)

Yang mengadukan saya adalah seseorang bernama Johan Khan, yang adalah pegawai di TransVision, anak perusahaan Trans Corp, milik Chaerul Tanjung.

Bila dibaca pasal-pasal yang dituduhkan (KUHP dan UU ITE), saya dianggap bersalah karena:

  1. Melakukan perbuatan  yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalah-gunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.
  2. Menyebarkan informasi yang ditujukan untuk “menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).”

Terkait dengan itu semua, sikap saya adalah sebagai berikut:

  1. Saya menghormati keputusan Polda Metro Jaya untuk menaikkan status saya menjadi tersangka.
  2. Saya merasa tidak bersalah. Saya tidak kunjung paham mengapa kata ‘Allah kan bukan orang Arab’, dianggap sebagai pernyataan yang bersifat permusuhan, penyalah-gunaan atau penodaan terhadap suatu agama.
  3. Saya meyakini bahwa Allah BUKAN ORANG ARAB. Allah Jelas BUKAN ORANG. Allah sama sekali tidak bisa disamakan dengan orang. Allah adalah Sang Khalik Yang Maha Besar, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Adil. Bagi saya, mempertanyakan pernyataan saya bahwa ‘Allah Bukan Orang Arab’, adalah sikap yang melecehkan Islam.
  4. Saya juga tidak paham kalau pernyataan saya bahwa ‘Tentu Allah senang kalau ayat-ayatNya dibaca dengan gaya Minang, Ambon, Cina, Hiphop dan Blues,’ dianggap sebagai pernyataan yang bersifat permusuhan, penyalah-gunaan atau penodaan terhadap suatu agama.
  5. Dalam Islam, cara membaca Al Quran memang lazim berbeda-beda sesuai kebudayaan umat Islam setempat. Menganggap perbedaan cara membaca Al Quran sebagai bentuk permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap Islam juga tidak masuk di akal.
  6. Karena tuduhan itu tidak masuk di akal dan sudah berlangsung dua tahun lalu, saya duga yang menyebabkan kini pihak pelapor kembali mendesak polisi mengangkat kembali kasus saya ini adalah soal politik.
  7. Saya percaya ada banyak pihak yang ingin membungkam saya karena kritik-kritik saya terkait Pilkada DKI 2017. Saya adalah pendukung Ahok. Dan saya secara terbuka di berbagai forum – status Facebook, diskusi, talkshow di televisi, wawancara media – mengecam pihak-pihak yang ingin menjatuhkan Ahok dengan menyebarkan suara-suara kebencian, permusuhan dan fitnah dengan menggunakan alasan agama. Bagi saya, mereka adalah kalangan yang mengancam perpecahan bangsa dan kehancuran kesatuan negara Republik Indonesia.
  8. Tapi kalau mereka ingin agar saya bungkam, mereka salah sekali. Kesatuan bangsa dan negara ini terlalu penting untuk didiamkan. Saya dan kawan-kawan pecinta bangsa Indonesia akan terus menyuarakan perlawanan terhadap mereka yang hendak memecah bangsa dan ingin menempatkan kandidat-kandidat boneka mereka di pucuk pimpinan bangsa dan Jakarta.
  9. Saya juga meminta semua pihak di masyarakat yang pro Ahok, pro Jokowi, pro NKRI, untuk tidak terpengaruh dengan kasus saya ini. Indonesia sedang dalam bahaya, dan adalah tanggungjawab kita semua untuk menyelamatkannya.
  10. Jadi saya akan jalani proses hukum ini dengan sebaik-baiknya. Hasil akhirnya Allah yang menentukan.

Komentar