Home » Editorial » Terry Jones Gelar Pengadilan Al-Quran

Terry Jones mungkin dapat disebut sebagai "Pelawak Tertolol di Dunia". Hari Minggu lalu, ia membakar Al-Quran.

Terry Jones Gelar Pengadilan Al-Quran

Ya, dia adalah pendeta Terry Jones yang pada 11 September lalu menyatakan akan membakar Al-Quran sehingga menimbulkan kehebohan internasional. Presiden SBY sempat mengirimkan surat agar pemerintah AS menghentikan niat Jones. Anak kandung Jones sendiri menyatakan bahwa ayahnya itu ‘sakit jiwa’. Obama dan menlu AS Hillary Clinton juga mengungkapkan kepeduliannya.

Enam bulan lalu, Jones membatalkan rencananya. Ia bahkan sempat berjanji tak akan membakar Al-Quran, kapanpun.

Hari Minggu lalu, 20 Maret 2011, Jones ingkar janji.

Ia bersama teman-temannya menggelar apa yang disebutnya sebagai Hari Mengadili Al-Quran Internasional (International Judge the Koran Day).

Ia menggelar pengadilan dagelan. Dalam pengadilan itu Jones menjadi hakim. Yang menjadi tertuduh: Al-Quran. Tuduhannya: Al-Quran dituduh mendorong berlangsungnya aktivitas pembunuhan, perkosaan dan terorisme. Al-Quran juga dituduh terlibat langsung atau tidak langsung dalam pembunuhan jutaan orang di seluruh dunia.

Dengan jumawa, Jones menyatakan ini adalah sebuah acara yang terbuka untuk publik. Penuntut umum dalam pengadilan ini adalah Ahmad Abazza, yaitu pendiri International Christian TV di AS. Abaza adalah seorang eks muslim yang memeluk Kristen pada 1987.

Tiga saksi dihadirkan: Ahmad Paul, Abdulla Al Sabah dan Manal Faragalla. Dua saksi pertama adalah eks muslim yang pindah agama ke agama Kristen, sementara saksi terakhir adalah putri seorang penyebar Kristen yang dibunuh atas dasar Syariah.  

Agar lengkap, pengadilan ini juga menghadirkan pembela, yaitu Muhammad el-Hassan, yang merupakan Presiden Islamic Center di Texas, AS.

Jones, yang menjadi hakim, menyatakan bahwa bila pengadilan membuktikan bahwa tuduhan tersebut salah, mereka akan meminta maaf secara terbuka kepada publik. Tapi bila ternyata Al-Quran bersalah, maka Kitab Suci itu akan dibakar.

Jones mengundang publik untuk datang ke sebuah gereja kecil di Gainesville, Florida, yang menjadi tempat penyelenggaraan pengadilan. Siapapun boleh membela Al-Quran, katanya.

Pengadilan pada akhirnya tentu saja menyatakan Al-Quran bersalah, setelah mendengarkan kesaksian dan jaksa penuntut.  Yang membakar adalah pastur Wayne Snapp. Kitab suci umat Islam itu hancur dalam sekitar sepuluh menit. Para pengunjung terlihat mengambil foto-foto pembakaran.

Jones menyatakan puas. Tapi fakta menunjukkan bahwa, meski ia sudah mengumumkan undangannya secara terbuka melalui berbagai media, kurang dari 30 warga datang. Di situs internet yang didedikasikan untuk acara ini, juga ada jajak pendapat tentang apakah Al-Quran memang bersalah atau tidak. Yang memberi suara? Hanya 15 orang.

Jones, sudahlah….

***

Sumber Foto:  tv2nyhetene.no, www.cnn.com http://bondett.wordpress.com

 

Komentar