Home » Editorial » Siapa yang Diuntungkan dengan Kedatangan Raja Salman?

Siapa yang Diuntungkan dengan Kedatangan Raja Salman?

oleh Ade Armando

Awal Maret ini, Raja Salman bin Abdul Azis dari Arab Saudi akan berkunjung ke Indonesia

Tentu saja kita tak usah percaya pada gossip murahan  bahwa sang raja hendak bertemu Rizieq Shihab. Kunjungan Raja Salman ini adalah kunjungan resmi, selama sepekan, untuk bertemu Presiden Jokowi dan jajaran pemerintahan.

Dalam kunjungan itu, Raja Salman kabarnya akan membawa serta 25 pangeran dan 1.500 anggota rombongan. Diharapkan dalam kunjungan itu, Saudi akan berkomitmen melakukan mega investasi di Indonesia, lebih dari $20 miliar.

Ini adalah kunjungan pertama Raja Saudi ke Indonesia, setelah sebelumnya dilakukan Raja Faisal pada 1970.

Sejumlah arti penting dalam kunjungan ini:

  1. Ini menunjukkan Indonesia di bawah Jokowi dianggap memiliki posisi penting dalam dunia Islam saat ini.
  2. Ini membantah tuduhan bahwa Jokowi adalah pelayan Cina yang akan menjual Indonesia ke Tiongkok. Jokowi membangun hubungan dengan negara manapun yang akan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia, termasuk Tiongkok,Saudi; tapi juga Amerika Serikat dan Iran.
  3. Tentu saja upaya Saudi mempererat hubungan dengan Indonesia juga bertujuan untuk mengimbangi pengaruh Iran – musuh bebuyutan Saudi – di Indonesia. Seperti diketahui, Desember lalu Jokowi sudah berkunjung ke Iran untuk memperkuat hubungan ekoonomi kedua negara.
  4. Ini kembali menunjukkan bahwa Indonesia tidak ingin bergantung pada satu adikuasa saja yang berdasarkan pengalaman selama ini akan cenderung memaksakan kehendak terhadap Indonesia.
  5. Hubungan perdagangan dan politik semacam ini jauh lebih baik daripada hubungan yang terjalin dengan Saudi dalam beberapa puluh tahun terakhir. Sudah banyak diketahui, walau tidak secara resmi, Saudi adalah penyalur dana terbesar bagi kelompok-kelompok Islam konservatif yang selama ini mengancam NKRI. Melalui dana itu, Saudi menanamkan paham Wahabi yang merusak kehidupan bergama di Indonesia. Paham Wahabi yang ditanamkan itu anti keberagaman, anti toleransi dan memaksakan interpretasi yang tunggal, anti kemajuan, kolot dan terbelakang.
  6. Kunjungan ini sendiri bisa jadi merupakan indikasi kuat tentang pendekatan baru Raja Salman yang memang disebut-sebut sebagai pemimpin yang akan memodernkan Saudi.
  7. Dengan hubungan erat dengan Raja Saudi, Jokowi akan jauh lebih kuat posisinya menghadapi kelompok-kelompok pejuang NKRI bersyariah di Indonesia.
  8. Dengan hubungan erat ini, Jokowi akan memiliki tambahan kekuatan untuk melindungi para TKI di Saudi.

Dengan demikian, tampaknya kunjungan Raja Salman ke Indonesia layak disyukuri. Ini bukan saja memperkuat posisi Jokowi, tapi juga bisa membawa manfaat besar bagi seluruh rakyat Indonesia.

Akan halnya, Rizieq Shihab, biarlah dia mengurusi berbagai kasus hukumnya dulu.

Komentar