Home » Editorial » Nabi Muhammad pernah memerintahkan sebagian pengikutnya untuk berlindung di bawah seorang raja Nasrani

Nabi Muhammad pernah memerintahkan sebagian pengikutnya untuk berlindung di bawah seorang raja Nasrani

Oleh Ade Armando

Mereka yang terus bilang bahwa umat Islam tidak boleh memilih pemimpin non-muslim, sebaiknya belajar dari sejarah.

Pada tahun ke-5 setelah Muhammad diangkat menjadi rasul, ia memerintahkan sebagian pengikutnya untuk pindah ke Habsyi  (sekarang wilayah Ethiopia), dan meminta perlindungan pada Raja Najasyi (Negus) yang beragama Kristen.

Nabi Muhammad memerintahkan pengikutnya untuk meminta perlindungan pada Raja Najasyi yang beragama Kristen karena di Mekah  umat Islam sedang ditindas oleh kaum Quraisy Arab. Peristiwa ini disebut sebagai hijrah pertama umat Islam.

Sejarah mencatat, Raja Najasyi melindungi umat Islam yang saat itu dalam keadaan sangat lemah.  Raja yang merupakan pemeluk agama Kristen taat itu  benar-benar memperlakukan umat Islam sebagai tamu-tamu terhormat di kerajaannya. Tidak ada satupun umat Islam ketika itu dikristenkan oleh Raja Najasyi. Selama di Habsyi, umat Islam dapat hidup dengan aman dan dapat menjalankan ibadat sesuai dengan ajaran Islam. Raja beragama Kristen itu bahkan menolak permintaan orang-orang kafir Quraisy yang meminta umat Islam diserahkan pada mereka.

Sebagian umat Islam yang ikut pindah ke Habsyi sempat pulang kembali ke Mekah. Tapi ternyata di tempat kelahiran itu, mereka tetap ditindas oleh kaum Quraisy. Akibatnya, sebagian kembali lagi ke Habsyi dan tetap diterima dengan tangan terbuka.

Ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad tidak memandang umat Kristen sebagai kaum kafir yang harus diperangi. Kalau Nabi Muhammad percaya bahwa umat Islam tidak boleh dipimpin seorang non-muslim, ia seharusnya tidak pernah mengirimkan pengikutnya untuk minta perlindungan pada seorang pemimpin Kristen.

Kisah ini juga menunjukkan bahwa umat Islam dan umat Kristen pada dasarnya bersaudara. Umat Islam dan umat Kristen seharusnya saling membantu dan saling melindungi.

Kisah ini membuktikan bahwa tidak mungkin Allah memerintahkan umat Islam untuk memandang umat Kristen sebagai musuh sehingga umat Islam tidak boleh memilih umat Kristen sebagai pemimpin.

Sayangnya cerita-cerita semacam ini sering ditutup-tutupi oleh sebagian pemuka Islam yang memang sengaja ingin mengadudomba umat Islam dan umat Kristen.

 

Komentar