Home » Editorial » Anies Baswedan Kecam Pendukungnya yang Gunakan Isu Agama dalam Kampanye

Anies Baswedan Kecam Pendukungnya yang Gunakan Isu Agama dalam Kampanye

oleh Ade armando

Tulisan saya di madinaonline yang mengeritik Fanpage Facebook pasangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno (ASA) (http://www.madinaonline.id/c907-editorial/ketika-kubu-anies-uno-mulai-melancarkan-kampanye-sara/) mendapat respons positif Anies Baswedan.

Dalam tulisan itu saya memaparkan hasil pengamatan saya terhadap Fanpage FB Anies Baswedan – Sandiaga Uno yang jelas-jelas menggunakan isu agama untuk menyerang lawan politik Anies.

Di Fanpage FB itu dimuat rangkaian video pemuka muslim yang mengumandangkan kampanye agar umat Islam jangan memilih pemimpin non-muslim dan bahwa pemimpin kafir akan membahayakan umat Islam (yang ditampilkan antara lain: Buya Yahya, AA Gym, Irena Handono, Khalid Basalamah, dan Felix Siauw). Di sana juga ada meme yang menyindir bahwa Ahok tidak layak dipilih menjadi Gubernur DKI karena ‘belum disunat’.

Menurut saya, gaya berkampanye semacam itu memalukan dan menampar integritas Anies.

Anies kemarin menghubungi saya untuk menyatakan setidaknya empat hal:

Pertama, Fanpage Anies Baswedan – Sandiaga Uno bukanlah medsos resmi tim kampenye mereka. Menurut Anies, dia tidak tahu siapa yang mengelola fanpage itu.

Kedua, Anies mengecam pengelola FB yang menggunakan isu agama dalam Pilkada DKI 2017, karena ia sendiri menolak isu SARA.

Ketiga, Anies menyatakan akan menjadikan ajang kampanye sebagai ‘festival gagasan’, yakni tempat di mana masing-masing kandidat memaparkan gagasan tentang pengembangan Jakarta yang menyejahterakan masyarakat.

Keempat, Anies dan Uno akan segera menertibkan berbagai akun medsos yang menggunakan nama Anies namun isinya berseberangan dengan posisi politik Anies dan Uno.
Apa yang dikatakan Anies tentu cukup menenteramkan.

Masalahnya, kita tahu Anies sebenarnya didukung kelompok-kelompok yang suka menggunakan isu agama untuk tujuan politik sempit. Kita tahu bagaimana sikap organisasi-organisasi seperti FPI, FUI ataupun kelompok pkspiyungan dalam isu agama dan politik. Karena itu banyak pihak sudah mengingatkan Anies akan bahaya kampanye anti Kristen dan Tionghoa yang mungkin akan digunakan organisasi-organisasi tersebut.

Kekuatiran itu kini terbukti. Dan Anies jadinya punya pekerjaan rumah membereskan perilaku picik sebagian pendukungnya ini.

Ini bukan pekerjaan mudah.

Kalau kita membrowse internet, kita akan menemukan banyak akun Fanpage yang menggunakan nama Anies dan Uno. Fanpage yang saya kritik, bernama Anies Baswedan – Sandiaga Uno hanyalah salah satunya, dan kini secara resmi menyatakan bahwa “Ini bukan medsos resmi dari Anies – Uno”.

Celakanya, yang paling populer justru fanpage yang saya kritik itu. Saya katakan ‘celaka’, karena fanpage inilah yang nampaknya dikelola dengan sangat aktif dan aktif pula menggunakan isu agama. Fanpage lain cenderung santun dan menunjukkan keunggulan, gagasan, program dan janji Anies dan Uno. Sebelum menulis tulisan ini, saya menengok internet dan menemukan nama-nama fanpage di bawah ini

  • Anies Baswedan – Sandiaga Uno (disukai 17.008)
    Anies Baswedan – Sandiaga Uno for Jakarta (disukai 95)
    Anies Baswedan SAndiaga Uno – ASA For DKI Jakarta (disukai 7)
    Anies Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno (disukai 29)
    Anies Baswedan-Sandiaga Uno (disukai 51)
    Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk DKI (disukai 27)
    Teman Anies Baswedan – Sandiaga Uno (disukasi 11)
    ASA Anies Baswedan Sandiaga Uno Real Leaders (disukai 75)
    Anies Baswedan & Sandiaga Uno (disukai 182)

Seperti Anda lihat, fanpage Anies Baswedan – Sandiaga Uno (yang saya kritik) itu jauh lebih populer dibandingkan fanpage lainnya.

Ini bisa jadi mengindikasikan bahwa banyak pendukung Anies sebenarnya memang memercayai isu-isu agama untuk mengalahkan pesaing Anis.

Anies sekarang sudah berjanji bahwa ia tidak membiarkan para pendukungnya untuk menggunakan isu SARA untuk menyerang Ahok. Bila ia penuhi janji itu, kita bisa membayangkan sebuah pertarungan yang sehat, kompetitif dan objektif. Kalau tidak, kita akan tahu kualitas dan integritas Anies.

Komentar