Home » Bina-Damai » Toleransi, Sama sekaligus Berbeda

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi Daring, toleransi berarti (1) sifat atau sikap toleran, (2) batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yang masih diperbolehkan, dan (3) penyimpangan yang masih dapat diterima dalam pengukuran kerja.
 

Toleransi, Sama sekaligus Berbeda

Dalam Oxford Dictionary, kata ‘toleransi’ dimaknai sebagai kemampuan atau kemauan untuk sabar menghadapi sesuatu, terutama adanya pendapat-pendapat atau sikap yang tidak mesti disetujui oleh seseorang (the ability or willingness to tolerate something, in particular the existence of opinions or behaviour that one does not necessarily agree with).
 
Dalam bahasa Arab, istilah yang digunakan untuk merujuk toleransi adalah tasãmuh, yang diambil dari akar kata sammaha atau bermurah hati. Termasuk dalam pengertian murah hati ini adalah sikap suka memberi dan mudah memaafkan.
 
Karenanya bisa disimpulkan bahwa toleransi adalah suatu sikap yang menunjukkan ketahanan seseorang dan atau keterbukaannya terhadap bermacam perbedaan yang terjadi di masyarakat. Perbedaan ini terutama mencakup keberagaman opini dan keyakinan atau agama. Dengan kata lain, toleransi adalah prasyarat utama terwujudnya masyarakat pluralistik yang damai dan harmonis.
 
Jika dikaitkan dengan kekerasan yang belakangan tampak sering sekali terjadi di sekitar kita, jelaslah bahwa nilai-nilai toleransi telah memudar. Dengan kata lain, kekerasan bisa disebabkan oleh tidak adanya toleransi atau kesadaran bahwa perbedaan atau keberagaman yang ada di masyarakat merupakan rahmat dari Tuhan, bukan alasan untuk berbuat sewenang-wenang.
 
Kesadaran bahwa kita berbeda tetapi sekaligus sama sebagai manusia akan menghambat semua tindakan kekerasan dan perlakuan sewenang-wenang. Perbedaan sendiri adalah hukum alam, sesuatu yang tak terhindarkan, karenanya tidak perlu dipersoalkan sebagai masalah apalagi menjadi landasan untuk menciptakan suatu masalah.
 
Jadi, landasan toleransi adalah kesadaran. Kesadaran bahwa manusia merupakan makhluk unik yang sama sekaligus berbeda karena membawa keunikannya sendiri-sendiri. Memiliki minat berbeda, keinginan, dan kecenderungan yang berbeda, serta juga keyakinan-keyakinan yang berbeda. Pada saat bersamaan kita sekaligus juga sama, sama-sama manusia yang mempunyai akal, hati, dan perasaan.
 
Kita bisa sakit dan senang, bisa merasa aman dan terancam, bisa tenteram atau ketakutan. Apa yang membuat kita sakit, tentu juga akan membuat orang lain sakit, meski dengan kadar yang berbeda. Jika kita ingin hidup dengan aman dan nyaman penuh kebebasan, tentu orang lain pun sama. Dan untuk mewujudkan masyarakat yang demikian, tak pelak toleransi antarsesama individu dan golongan merupakan suatu keniscayaan. ***

Komentar