Home » Bina-Damai » Diduga Akibat Melakukan Salat Jumat, Ahmadiyah Kembali Diserang

Jemaat Ahmadiyah kembali diserang.

Kali ini yang menjadi korban adalah para jemaat Ahmadiyah di Ciaruteun Udik, Cibungbulang, Bogor (11 Maret 2011). Ironisnya, para penyerang beralasan, tindak kekarasan itu dilakukan karena “para jemaat Ahmadiyah melakukan salat Jumat dalam jumlah besar”.

Diduga Akibat Melakukan Salat Jumat, Ahmadiyah Kembali Diserang

 Tak ada korban tewas jatuh. Namun dikabarkan empat rumah jemaat Ahmdiyah di daerah itu rusak akibat dilempari batu oleh massa. Menurut situs detik.com, penyerangan dilakukan segera setelah salat Jumat usai dengan melibatkan sekitar 50-75 orang. Kerusakan lebih jauh bisa dicegah karena aparat kepolisian dengan segera menghalau massa. Dikabarkan ada sekitar 160 personal TNI dan Polri berjaga di lokasi.

Situs berita yang lazim menyajikan pandangan kaum muslim radikal, Suara Islam Online, menulis bahwa peristiwa ini terjadi karena ‘ulah Ahmadiyah’ (11/03/2011). Yang disebut ‘ulah’, adalah tindakan jemaat Ahmdiyah melakukan salat Jumat bersama-sama dalam jumlah besar, menjelang diterbitkannya peraturan bupati tentang pelarangan aktivitas Ahmadiyah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Suara Islam menulis: “Masyarakat sekitar yang melihat aktivitas jemaat Ahmadiyah tersebut marah dan melempari rumah yang digunakan kelompok Ahmadiyah untuk beribadah dengan batu.”

Suara Islam juga mengutip penjelasan Camat Cibungbulang, Iwan Setiawan, yang menyatakan bahwa kasus penyerangan itu terjadi karena masih adanya aktivitas Ahmadiyah di kampung tersebut. “Padahal sebelumnya sudah ada musyawarah antara warga Ahmadiyah dan non-Ahmadiyah mengenai tidak boleh ada aktivitas Ahmadiyah, karena telah dilarang pemerintah,” tulis Suara Islam.

Tindakan ini lagi-lagi menunjukkan terus berlangsungnya penindasan atas hak beragama dan berkeyakinan di Indonesia. Para penyerang bahkan secara jelas melanggar SKB 3 Menteri yang sebenarnya seringkali dijadikan rujukan sebagai justifikasi pelarangan atas Ahmadiyah. SKB tersebut tidak pernah memuat larangan kegiatan Ahmadiyah untuk melakukan kegiatan peribadatan, seperti salat Jumat. SKB itu justru melarang pihak manapun melakukan penyerangan terhadap jemaat Ahmadiyah. ***

Sumber Foto:  http://monitorindonesia.com

Komentar