Home » Bina-Damai » Akibat Tragedi Cikeusik, Ahmadiyah Dilarang Beraktivitas di Banten

Republika Online (2/03/2011) mengabarkan bahwa Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menerbitkan Peraturan Gubernur berisikan larangan atas aktivitas Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di wilayah Provinsi Banten.

Akibat Tragedi Cikeusik, Ahmadiyah Dilarang Beraktivitas di Banten

Yang menarik adalah argumen yang dikemukakan Sekretaris Daerah Provinsi Banten Muhadi, bahwa salah satu alasan penerbitan Pergub tersebut adalah apa yang disebutnya sebagai ‘bentrokan Cikeusik’. Menurut Muhadi, kepala daerah wajib menyelenggarakan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Mengingat penyerbuan yang menewaskan tiga jemaat Ahmadiyah itu dinilai sebagai “kejadian yang mengganggu ketenteraman masyarakat”, pemerintah berkewajiban mengeluarkann Pergub tersebut.

Di mana logikanya?

Yang mengganggu ketertiban dan ketenteraman masyarakat dalam kasus Cikeusik, tentunya adalah penyerang. Mengapa Ahmadiyah yang dilarang? ***

Sumber Foto: www.khayz.com

Komentar