Home » Author Archives: Madina (page 31)

Author Archives: Madina

90% Muslim Tidak Mendukung Radikalisme

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 3,Tahun 1, Maret 2008)

Hanya sekitar 7% umat Islam yang menyokong terorisme. Itu pun bukan atas dasar alasan keagamaan.

Sebuah studi berskala global menunjukkan bahwa mayoritas – sekitar 90% -- umat Islam di dunia menentang aksi kekerasan seperti penyerangan 9/11 ke World Trade Center, Amerika Serikat.

“Mister, I wish you were President of America”

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008)

(Catatan pengarang: Saya tinggal dan berkeliling dari pesantren ke pesantren sebagai peneliti S2 sejak Januari hingga Februari 2006, bersama Kyai Haji Maman Imanulhaq Faqieh. Kini sang kyai berusia 35, seorang mubaligh dan pimpinan Pondok Pesantren Al-Mizan di Jatiwangi, Jawa Barat.)

Syariah di Inggris?

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008)

Syariah semakin mendapat tempat di Inggris. Seorang Uskup Agung justru mendukung penerimaan lebih jauh. Tidak Berkiblat ke Saudi.

Gerakan Anti Masjid Di Eropa

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008)

Gerakan penolakan pembangunan masjid semakin lantang disuarakan di Eropa. Ulah kaum sayap kanan untuk merebut suara massa. Petinggi Katolik justru membela umat Islam.

Pelajaran dari Perjamuan Terakhir

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008)

Gara-gara menafsirkan ulang karya da Vinci, Majalah Tempo diprotes. Dianggap terlalu jauh bermain-main dengan tokoh suci. Pimpinan gereja memaafkan. 

Andai Nabi Ada di Sini

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008 di Rubrik Laporan Utama) Rindu kami padamu ya rasul Rindu tiada terperi Berabad jarak darimu ya rasul serasa dikau di sini (”Rindu rasul”, Taufik Ismail) Tigapuluh tahun ...

Allah Akan Mencukupi

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 2, Tahun 1, Februari 2008)

Seorang wanita membawa kekasih­nya ke rumah untuk menemui orang tuanya. Seusai makan, si ibu meminta si ayah untuk mengobrol dan bertanya-tanya soal pria muda itu.

Si ayah pun meminta calon menantunya untuk mengobrol berdua. ’’Jadi apa rencanamu ke depan?’’

‘’Saya akan menjadi guru mengaji dan berdakwah,’’ jawabnya.

Sepuluh Alasan Mengapa Allah Menciptakan Hawa

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 2, Tahun 1, Februari 2008)

10. Allah khawatir Adam akan sering memilih merokok ketimbang makan malam.

  9. Allah tahu suatu hari nanti, Adam akan membutuhkan seseorang yang menunjukkan di  mana remote control televisi disimpan.

  8. Allah khawatir bahwa Adam akan keluar rumah dengan pakaian yang kancingnya copot satu.

  7. Allah tahu bahwa Adam tidak tahu cara mendaftar ke dokter untuk dirinya sendiri.