Home » Author Archives: Madina (page 30)

Author Archives: Madina

Yusuf Islam: Musik, Dakwah Terbaik Saya

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008)

Setelah hampir 30 tahun, Cat Stevens main musik lagi. Kini dengan nama Yusuf Islam.

Bahasa lagu adalah cara terbaik saya menyampaikan angin perubahan yang kuat yang membawa saya ke titik di mana saya berada sekarang. Dan cinta akan perdamaian masih melintas dalam hati saya. Saya merasa diberkahi karena kemampuan [bermusik] itu masih ada pada saya hingga kini.”

Berburu UFO, Berburu Kemungkinan

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008)

Sekelompok orang aktif memburu UFO di Bandung, Surabaya, Jakarta. UFO sama dengan jin?

Bagaimana jika benar ada UFO, tanya Goenawan Mohamad di sela wawancara MADINA bulan lalu. Buyarlah semua pengetahuan kita saat ini, lanjut Goena­wan. Saat itu, kami sedang mengobrol tentang berbagai masalah sosial dan keagamaan.

Rahasia Al-Quran Kuno

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008)

Manuskrip Al-Quran abad ke-7 ditemukan. Mengapa selama puluhan tahun arsip itu disembunyikan?

Sebuah berita menarik – dan penting – terdengar dari Jerman. Dikabarkan, telah ditemukan manuskrip Al-Quran yang diduga berusia 13 abad, yang selama berpuluh tahun disembunyikan di Munchen.

Sastra Gugat Perempuan

(Tulisan ini telah dimuat dii Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008)

Sastra perempuan Islam marak dalam sastra dunia. Menggugat, dan digugat. Ada pergeseran.

Ratu Rania: Kemiskinan itu “She”

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008)

“Iklan terbaik untuk pemberdayaan kaum perempuan adalah seorang perempuan yang berdaya.” Kata-kata itu diucapkan Ratu Rania dari Yordania.

Semua Berakhir Pada Cinta: Wawancara Helvy Tiana Rosa

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008) 

Helvy adalah energi. Perempuan berjilbab ini punya seabreg kegiatan: menulis (sudah 30-an bukunya terbit), mengajar, berorganisasi, berkeliling Indonesia memberi inspirasi. Angan-angannya bagi Indonesia adalah semua orang Indonesia adalah pembaca dan penulis. Ia selalu bergerak, dan menakar capaiannya dari geraknya di masyarakat.

Manuskrip Kuno itu…

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008)

Manuskrip tebal beraksara Jawa itu tergeletak di meja Institut Malaiologie, Universitas Cologne, tempat saya melakukan riset sejak 2006 lalu, atas beasiswa Yayasan Alexander von Humboldt, Jerman. Saya sendiri tidak bisa mengidentifikasi teksnya, setebal 832 halaman. Yang pasti, manuskrip dengan kertas Eropa sebagai alas naskahnya ini tentu sudah berumur ratusan tahun. Lembaran-lembaran kertasnya pun terkelupas di mana-mana.