Home » Author Archives: Madina (page 29)

Author Archives: Madina

Cacing

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008)

Seorang ayah ingin menga­jarkan bahaya alkohol pada anaknya. Ia melaku­kannya dengan sebuah percoba­an yang ia pikir dapat menarik perhatian sang anak. Ia menyiapkan dua buah gelas. Yang satu diisi oleh air putih biasa, yang lainnya diisi oleh wiski. Kemudian, ke dalam masing-masing gelas, ia masukkan seekor cacing. Dengan segera hasilnya terlihat:

Burung Beo

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008)

Adalah sebuah keluarga di Tel Aviv, Israel, yang senang membicarakan soal-soal politik di dalam rumah mereka. Mereka juga me­miliki­ seekor burung beo yang sangat senang men­dengar­kan obrolan keluarga tersebut. Pada suatu hari, burung beo itu menghilang. Keluarga tersebut mencari burung tersebut ke mana-mana, tanpa hasil. Akhirnya si kepala keluarga memutus­kan untuk mendatangi dinas rahasia Israel.

Pertanyaan

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008)

Pada suatu hari Perdana Menteri Menachem Begin berbicara tentang keberhasil­an demokrasi Israel di depan pers. Tatkala ia berhenti, seorang wartawan bernama Jacob Rabinovich berdiri dan berkata: ‘’Perdana Menteri yang terhormat, saya hanya ingin mengajukan tiga pertanyaan, bila memang  demokrasi Israel berjalan begitu baik, mengapa kita masih melihat banyak orang Arab Palestina kelaparan? Mengapa kita masih melihat ada polisi Israel menggebuki banyak wanita Arab Pales­tina? Mengapa kita masih melihat anak-anak Arab Palestina tidak mendapat pelayanan kesehatan?’’

Muhammad (SAW.) Nabi Cinta

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008)

“Dan oleh kasih Tuhanmu kamu pun (Muhammad) bersikap lemah-lembut kepada mereka ….”

Demikian Tuhan sendiri menggambarkan sifat-utama pesuruhnya. Bukan hanya itu, di dalam kitab-suci-Nya Dia kabarkan :

”Telah datang padamu seorang Pesuruh dari (kalangan) dirimu sendiri. Dia merasa berat atas apa-apa yang menimpamu, sangat menginginkan (kesejahteraan)-mu, dan kepada orang-orang beriman amatlah penyantun dan penyayang.”

Perjalanan Haji: Penegasan Keyakinan Pribadi

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008)

Pertengahan Desember tahun lalu, saya dan istri berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Sesungguhnya saya berangkat dengan membawa beberapa praduga dan kekhawatiran. Lebih dari tiga juta orang menunaikan ibadah haji tahun ini, dan terpikir oleh saya: apakah saya akan merasa kecil, bahkan tak berarti, satu manusia berbaju dua lembar kain putih di antara jutaan manusia lain yang ber­baju sama?

Empati: Memahami Orang Lain

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008)

Orang yang digugu dan ditirunya pun orang Islam. Keseluruhan paket itu akan membuat ia percaya sekali pada kebenaran Islam.

Ketika rencana Undang-undang (RUU) Pornografi diluncurkan di Indonesia tahun lalu, berlangsung kontroversi tak berkesudahan. Salah satu penyebab tidak tercapainya titik temu adalah karena masing-masing kubu tak menunjukkan empati kepada pihak lain.

100 TAHUN Sutan Takdir Alisjahbana: Budayawan dengan Palu

 (Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008)

Sutan Takdir Alisjahbana punya sumbangan tak langsung dan langsung pada pemikiran Islam di Indonesia. Seumur hidup tak mau diam, menggugat, mencari ‘yang jelas’.

Pada siang seusai hujan itu, di Desa Tugu, Cisarua, Dian Sastro membacakan puisi Sutan Takdir Alisjahbana (STA) berjudul Aku dan Tuhanku. Rumput basah dan langit mendung, dan suara muda Dian membacakan pernyataan-pernyataan filosofis STA.

Kota Hijau ala Abu Dhabi

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 3, Tahun 1, Maret 2008)

Bebas emisi karbon dan sampah. Hidup sepenuhnya dari energi angin dan matahari.

Awal Februari lalu menjadi pekan yang bersejarah bagi Abu Dhabi, ibukota Uni Emirat Arab. Pada pekan itu, sebuah pro­yek ambisius dimulai peletakan batu pertamanya: pembangunan Masdar City, atau “kota hijau”, yang pertama dari jenisnya di dunia.