Home » Author Archives: Madina (page 23)

Author Archives: Madina

OTOKRITIK SEORANG KRISTEN

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 9, Tahun 1, September 2008)

Jika kehadiran umat Kristen di suatu kawasan mayoritas Islam tidak disenangi umat mayoritas ini, dan ketidaksenangan ini akhirnya menimbulkan konflik tajam, orang dapat bertanya, siapa yang harus disalahkan, atau usaha apa yang perlu dilakukan untuk mencegah konflik ini muncul lagi di masa depan.

Fatimah Husein: Memotret Hubungan Muslim-Kristen di Indonesia

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 9, Tahun 1, September 2008)

Jika kita sepakat bahwa kecurigaan, baik dari pihak Islam maupun Kristen, itu memang riil, ada, dan dirasakan oleh masyarakat, maka kuncinya adalah keterbukaan.

Hubungan Muslim dan Kristen di Indonesia mengalami pasang surut. Dalam sejarah kita mencatat bahwa ada masa dimana mereka hidup secara damai, dan terdapat pula periode dimana berbagai konflik mewarnai hubungan antara kedua komunitas beragama tersebut. Dalam konteks ketidakharmonisan tersebut bagaimana sebenarnya pandangan umat Islam terhadap umat Kristen dan sebaliknya?

Dua Agama, Allah yang Sama

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 9, Tahun I, September 2008 di Rubrik Laporan Utama)

Para pemuka Islam dan Kristen berusaha membawa umat ke arah titik-titik temu bersama.

Bolehkah

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 8, Tahun 1, Agustus 2008)

Seorang anak muda menemui ustad terkemuka di kampungnya.

Anak muda: Saya baru saja mencuri seekor ayam gemuk dari halaman rumah orang.

Ustad: Itu salah sekali.

Anak muda: Kalau saya berikan pada Anda, apakah Anda akan menerimanya?

Ustad: Tentu saja tidak, berikan ayam itu kepada pemiliknya.

Tantangan Kebebasan Beragama

 (Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 8, Tahun 1, Agustus 2008)

“Selain anakronisme perundang-undangan, Musdah juga menyoroti persoalan kultur di bidang kebebasan beragama. Pendidikan agama di Indonesia cenderung menghakimi agama lain – termasuk menyalahkan dan menggambarkan agama lain sebagai ancaman atau momok. Akibatnya, kebasan beragama juga secara kultur terganggu.”

Konferensi Madrid dan Keterbukaan Saudi?

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 8, Tahun 1, Agustus 2008)

Raja Abdullah mengimbau masyarakat beragama meningkatkan toleransi, menemukan persamaan dan meninggalkan perbedaan. Tanda-tanda berakhirnya konservatisme Saudi?

Ada peristiwa menarik dan penting di Madrid, Spanyol, bulan lalu. Selama tiga hari, di pertengahan Juli, berlangsung konferensi antar agama yang dihadiri sekitar 200 peserta mewakili berbagai agama besar dunia. Tujuan utamanya: berdialog demi perdamaian dunia.