Home » Author Archives: Madina (page 22)

Author Archives: Madina

Susunan Redaksi

REDAKSI MADINA ONLINE Pemimpin Redaksi: Ade Armando Redaksi: Achmad Rifki Warsa Tarsono Irwan Amrizal

Kontak

Silahkan isi form di bawah ini untuk menghubungi kami, atau kirim email ke: redaksi@madinaonline.id  

MENGUKUR KEBEBASAN BERAGAMA

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 10, Tahun 1, Oktober 2008)

Sejalan dengan makin kuatnya kampanye untuk mempertahankan dan memperkuat kebebasan beragama, sebagai bagian dari kebebasan sipil dan politik di dunia, para sarjana dan aktivis mulai mengembangkan cara-cara baru untuk memahami secara lebih mendetail dan mengukur secara lebih persis kebebasan beragama atau pelanggaran atasnya. Hal ini ditandai oleh makin solidnya laporan tahunan tentang kebebasan beragama di dunia yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri (Deplu) AS. Belakangan, beranjak dari kritik mereka atas laporan tahunan ini, para sarjana dan aktivis mulai mengembangkan teknik-teknik baru di dalam mengukur kebebasan beragama.

Kontroversi Kerudung di Prancis: Ketika Chicaq Meniru Taliban

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 10, Tahun 1, Oktober 2008)

Larangan kerudung ditopang sekularisme yang dogmatis. Prancis perlu meniru multikulturalisme Amerika.

Seorang kawan membawa lelucon baru sekembalinya dari menghadiri pertemuan tahunan Asosiasi Ilmu Politik Amerika (APSA) di Boston, AS, September kemarin. Dalam pertemuan itu, ceritanya, seorang doktor baru hendak membawakan makalah bertema “Demokrasi di Prancis”. Mendengar tema itu, seorang profesor tua nyeletuk, “Memang ada demokrasi di Prancis?” Hadirin pun tertawa.

Laskar Pelangi: Wajah Islam Kita

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 10, Tahun I, Oktober 2008 di Rubrik Laporan Utama)

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

- OST. Laskar Pelangi, oleh Nidji

Obama Merangkul Muslim, Fitnah pun Bertebaran

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 9, Tahun 1, September 2008)

Aktivis Muslim cinta perdamaian yang direkrut Obama menjadi korban propaganda hitam. Pluralisme Amerika terancam.

Upaya Barack Obama merangkul umat Islam di Amerika terus menghadapi tantangan.

Kabar buruk terakhir terkait dengan perkembangan yang awalnya menggembirakan. Akhir Juli lalu, sang calon presiden Partai Demokrat itu menetapkan posisi National Coordinator for Muslim Affairs dalam tim kampanyenya. Orang yang ia tunjuk untuk menjadi jembatan untuk menjangkau umat Islam di Amerika itu adalah Mazen Asbahi.

Ambivalensi sebagai Peluang: Agama, Kekerasan, Upaya Perdamaian

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 9, Tahun 1, September 2008)

If you want peace, work for justice!
-- Paus Paulus VI
 
Para agamawan “humanis”, sebutlah begitu sementara ini, seringkali dongkol dengan kebiasaan industri informasi (umumnya media massa populer, tetapi kadang juga buku-buku instan) mengungkap hal-hal yang melulu buruk tentang ekspresi sosial-politik agama. Yang biasanya diungkap adalah aksi-aksi kekerasan atas nama agama. Dalam model liputan seperti ini, orang-orang dengan motivasi keagamaan itu disebut zealots, extremists, militants, dan sejenisnya. Kadang liputan itu dilengkapi foto yang membangunkan bulu kuduk. Model liputan sebaliknya, berisi kisah yang enak didengar, misalnya tentang upaya-upaya perdamaian oleh kalangan agamawan, amat jarang ditemukan.